RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Tidak Berhak Memiliki Hidup


Renungan Harian Virtue Notes, 21 Maret 2012
Tidak Berhak Memiliki Hidup


Bacaan: Yehezkiel 28:15

28:15 Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.



Sebenarnya kita tidak boleh merasa berhak memiliki hidup, sebab bukan kita yang menciptakan hidup ini. Keberadaan kita juga bukan karena kita mau, tetapi ada yang menghendakinya. Untuk itu patut kita persoalkan apa yang dikehendaki Dia yang menciptakan dan memberikan kehidupan ini. Ia menghendaki satu hal saja, yaitu agar umat Tuhan menyukakan hati-Nya. Bagaimana menyukakan hati-Nya. Harus belajar mengenal siapa diri-Nya dan apa yang disukai-Nya.



Sebagai orang yang menumpang di dunia ini kita harus bisa menempatkan diri secara benar. Kita harus mengerti apa yang dikehendaki oleh Pemilik kehidupan ini. Hendaknya kita tidak seperti malaikat yang jatuh (Lucifer), ia lupa atau tidak sadar bahwa keberadaannya hanya oleh karena Allah Semesta Alam yang menciptakannya. Tentu ia diadakan hanya untuk Penciptanya. Ia tidak boleh memiliki agendanya sendiri. Ia harus tunduk kepada agenda Tuhan. Rupanya ia mau memuaskan keinginannya sendiri. Dalam Alkitab dikatakan didapati kecurangan dalam dirinya. Kata kecurangan dalam teks aslinya adalah לֶוֶע (`éwél) yang artinya kejahatan, ketidakadilan, keras kepala; ketidakbenaran. Adalah ketidakadilan kalau ciptaan tidak hidup sepenuhnya bagi Penciptanya (Yeh. 28:15).


Orang yang berpikir bahwa Allah tidak berhak atas hidupnya akan tampak dari sikap hidupnya yang mengingini segala sesuatu untuk kepuasan dirinya (Yak. 4:1-4). Orang-orang seperti ini berarti bersahabat dengan dunia. Mereka adalah orang-orang yang berkhianat kepada Tuhan. Dunia adalah umpan yang digunakan Iblis-Iblis untuk menjerat manusia agar tidak berbakti kepada Allah (Luk 4:5-8). Kenyataan hari ini adalah banyak orang merasa berhak memiliki hidupnya dan menaruh berbagai keinginan dalam dirinya tanpa mempedulikan Tuhan yang memiliki hidup ini. Renungkan sejenak, bahwa kita diciptakan dari tidak ada menjadi ada. Allah mengadakannya dengan menghadirkan seorang pribadi yaitu “aku”. Dalam penciptaan atas kita masing-masing Allah pasti memiliki agenda. Agenda Tuhan itulah yang seharusnya kita perdulikan dengan serius, dan kita tidak boleh memiliki agenda sendiri. Orang yang mengumbar segala keinginan dalam dirinya adalah orang yang merasa berhak memiliki agenda sendiri. Orang seperti ini sebenarnya berstatus pemberontak. Mereka hidup di dunia hanya memenuhi hidup mereka dengan segala kegiatan yang berasal dari agendanya sendiri. Ini salah; Seharusnya hidup kita ini hanya untuk agenda Tuhan semata-mata.


Ingatlah, Anda tidak berhak atas hidup Anda sendiri, tetapi Tuhanlah sang pencipta yang memiliki kita.


Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 

Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.