RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Perhatian Kepada Yang Tidak Berdaya


Renungan Harian Virtue Notes, 28 Maret 2012
Perhatian Kepada Yang Tidak Berdaya


Bacaan: Matius 26:6-13

26:6 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
26:7 datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.
26:8 Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: "Untuk apa pemborosan ini?
26:9 Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin."
26:10 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.
26:11 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.
26:12 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.
26:13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."


Dalam bacaan hari ini, kita menemukan kisah mengenai seorang wanita yang mengurapi Tuhan Yesus dengan minyak yang sangat mahal, yakni minyak narwastu. Menurut catatan sejarah, minyak narwastu tidak berasal dari Timur Tengah, tetapi dari India; itulah sebabnya harganya mahal.


Yang menarik dalam kisah ini adalah, begitu wanita ini mencurahkan minyak ke atas kepala Tuhan Yesus, orang-orang memprotes tindakannya. Mereka menganggap tindakan wanita ini suatu pemborosan. Momentum ini digunakan Tuhan Yesus untuk mengajar mereka suatu kebenaran. Ia menyampaikan suatu pernyataan yang sangat penting, yang harus kita perhatikan dengan serius: “Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.” (ay. 11)



Pernyataan Tuhan Yesus ini hendak menunjukkan bahwa orang percaya memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan sesamanya yang miskin. Tentu kemiskinan disini memiliki arti yang luas. Kata miskin di teks ini adalah πτωχός (ptōkhós). Dalam bahasa Yunani, ada beberapa kata yang dapat diterjemahkan “miskin”. Selain ptōkhós, ada πενιχρός (penikhrós) dan πένης (pénēs). Penikhrōs berarti miskin secara harta; misalnya dikenakan untuk janda miskin yang kisahnya ditulis dalam Luk. 21:2. Kemiskinan ini biasanya disertai dengan sengsara atau penderitaan. Kata pénēs muncul hanya satu kali dalam Alkitab (2Kor. 9:9). Artinya, miskin tetapi masih mampu menghidupi dirinya sendiri dengan bekerja. Kata pénēs juga dihubungkan dengan rasa lapar. Sementara kata ptōkhós berarti kemiskinan yang sangat ekstrem, di mana si miskin sama sekali tidak mampu mencari penghidupan atas dirinya. Kata ptōkhós juga memiliki hubungan dengan kata πτώσσω (ptōssō) yang berarti “menundukkan badan”. Ini memperlihatkan ketidakberdayaan seseorang sehingga tidak mampu atau tidak layak menegakkan badannya.



Tuhan Yesus memberi tugas kepada orang percaya untuk memperhatikan orang yang tidak berdaya. Tentu ketidakberdayaan disini bukan hanya secara materi, tetapi terutama ketidakberdayaan sesama dalam hal mencapai keselamatan abadi. Sebab apa artinya materi yang dapat kita bagikan jika mereka akhirnya tidak selamat. Namun demikian bukan berarti karena fokus kita pada keselamatan jiwa, kita tidak memperdulikan kebutuhan jasmani. Sering dalam pelayanan, kita harus memperhatikan kebutuhan jasmani barulah kebutuhan jiwanya. Bagaimana mereka bisa mendengar Firman kalau mereka lapar? Bagaimana mereka bisa membaca Firman kalau mereka buta huruf? Sudahkah kita memperhatikan mereka?



Tugas orang percaya adalah memperhatikan orang yang tidak berdaya, secara fisik, terutama yang menyangkut keselamatan jiwanya.


Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.