RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Menolak Ditebus


Renungan Harian Virtue Notes, 15 Maret 2012
Menolak Ditebus


Bacaan: 1 Petrus 1:17-19

1:17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.
1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.


Seharusnya semua gereja mengajarkan model hidup yang Tuhan Yesus miliki. Itulah model hidup standar yang harus dikenakan dalam kehidupan orang percaya. Kehidupan yang normal dan wajar di mata Allah. Tetapi kenyataan yang terjadi, banyak gereja justru menjanjikan kepada jemaatnya untuk mendapatkan hidup seperti yang dimiliki manusia pada umumnya, menjadi lebih baik menurut ukuran yang salah, kemudian dirancang sedemikian rupa agar menjadi lebih indah. Kesan yang diberikan adalah bahwa Tuhan memang menghendaki model hidup seperti itu untuk dibuat seindah-indahnya oleh-Nya. Perubahanan hidup yang ditawarkan, dipromosikan dan diajarkan adalah perubahan hidup yang berkisar mengenai keadaan keuangan, kesehatan, status dan segala hal yang menyangkut pemenuhan kebutuhan jasmani.

Kekristenan seperti ini adalah kekristenan palsu yang filosofinya tidak berbeda dengan ajaran banyak agama. Bahkan gereja menjadi praktek klenik, atau semacam perdukunan dimana umat pergi ke gereja hanya untuk menyelesaikan masalah-masalah hidup di bumi ini, bukan untuk belajar bagaimana memahami dan mengenakan kehidupan Tuhan Yesus. Kalau orang yang mengaku hamba Tuhan tetapi tidak mengajarkan hal ini, maka ia adalah antek kuasa kegelapan yang membinasakan domba-domba Tuhan. Ini adalah penyesatan dan banyak orang Kristen yang terjebak dalam kubangan kebodohan itu. Ini berarti mereka masih memilih mengenakan cara hidup yang dikenakan oleh nenek moyang. Dengan tindakan ini berarti mereka menolak ditebus oleh Tuhan Yesus.

Orang yang memberi diri ditebus oleh Tuhan Yesus adalah orang yang boleh memanggil Allah sebagai Bapa dan yang hidup dalam ketakutan selama menumpang di dunia ini. Ketakutan bukan pada masalah pemenuhan kebutuhan jasmani tetapi takut hidup tidak sesuai dengan yang dikehendaki oleh Bapa. Ingat, bahwa setiap kita akan dibawa ke pengadilan (2Kor 5:9-10). Allah Bapa tidak memandang muka. Kalau ternyata Anda tidak hidup sesuai dengan kehendak Bapa, maka siapapun Anda, Tuhan akan berkata: “Aku tidak mengenal kamu.” Oleh sebab itu bagi orang yang memanggil Allah sebagai Bapa, ia harus seperti Bapa. Karakter Bapa ditampilkan oleh Tuhan Yesus selama Ia ada di dunia ini. Dengan demikian kalau seseorang memanggil Allah sebagai Bapa, maka ia harus berusaha memiliki hidup seperti model hidup yang dikenakan oleh Tuhan Yesus. Orang yang berusaha untuk memiliki model hidup seperti yang dikenakan oleh Tuhan Yesus berarti bersedia menerima keselamatan itu.


Menerima keselamatan berarti berusaha hidup menurut model yang diperagakan Tuhan Yesus.


Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

Bookmark and Share

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.
 
Powered By Blogger