RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Menjadi Agen Transformasi

Renungan Harian Virtue Notes, 26 Agustus 2011

Menjadi Agen Transformasi



Bacaan: Yohanes 6: 25-29


6:25 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"

6:26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

6:28 Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"

6:29 Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."



Apakah fokus utama kegiatan pelayanan gereja itu? Kita lihat banyak gereja yang mempromosikan “jasa” untuk mendoakan atau membantu orang dalam masalah-masalah pemenuhan kebutuhan jasmani. Tidak selalu salah, tetapi harus dipahami bahwa dalam keselamatan melalui Tuhan Yesus Kristus, yang terpenting adalah pemulihan gambar diri untuk menjadi serupa dengan Allah kembali. Inilah yang terutama, yang harus menjadi fokus utama kegiatan pelayanan gereja. Tekanan yang berlebihan kepada kegiatan “menjual jasa” tersebut tidak menggiring umat kepada Kerajaan Surga. Mungkin akan menjadikan manusia Kristen yang baik secara manusia, tetapi tidak menjadikan umat sebagai pribadi yang memuaskan hati Allah.


Sehari setelah Tuhan Yesus membuat mukjizat spektakuler dengan memberi makan lima ribu orang, mereka yang sudah diberi makan itu mencari-Nya kembali. Jika Tuhan Yesus berpandangan sama seperti orang-orang yang menjual jasa hari ini, Ia akan senang melihat demikian banyak orang itu datang lagi kepada-Nya. Tetapi reaksi-Nya berbeda. Ia justru menegur orang banyak itu, sebab mereka mencari roti duniawi. Ia sesungguhnya menawarkan roti hidup yang kekal, yang nilainya lebih tinggi. Itulah anugerah Tuhan, yang mau kita responi atau tidak.


Meresponi tawaran roti hidup yang kekal itu haruslah dengan mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu percaya kepada Tuhan Yesus (ay. 28–29). Jika kita percaya kepada-Nya, berarti kita juga melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus (Yoh. 14:12). Bagaimana kita melakukan pekerjaan itu, jika kita tidak mau mentransformasi pikiran kita untuk mengenakan pikiran dan perasaan Kristus, dan tidak mau menjadi agen transformasi agar orang lain juga diperbarui pikirannya?


Kita tahu bahwa transformasi pikiran untuk mengenakan pikiran dan perasaan Kristus itu bukan suatu hal yang sederhana. Tetapi semua kita dipanggil untuk menjadi agen transformasi. Kalau kita mau memasuki proyek Tuhan ini, itu benar-benar suatu kehormatan. Mari terima kehormatan ini dengan menyediakan hidup kita untuk disita Tuhan Yesus untuk diproses menjadi seperti diri-Nya.


Kalau di Eden Tuhan membimbing manusia untuk sempurna seperti diri-Nya, di zaman kita hari ini, Roh Kudus menuntun kita untuk menjadi manusia yang dikehendaki-Nya dengan melihat model manusia yang dikehendaki oleh Bapa, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Mari serahkan diri kita kepada tuntunan-Nya.



Menjadi agen transformasi adalah mengubah hidup orang-orang yang diselamatkan untuk mengalami proses mengenakan pikiran dan perasaan Kristus.



Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.