RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Tuntutan Yang Lebih Tinggi

Renungan Harian Virtue Notes, 3 Desember 2011

Tuntutan Yang Lebih Tinggi



Bacaan: Matius 5:48


5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."



Sebelumnya kita telah melihat bahwa orang-orang non-Kristen juga dapat menjadi orang-orang yang mengalami pembentukan karakter dan perubahan diri untuk menjadi cemerlang (Ayb. 23:10). Itu terjadi bagi mereka yang tidak menerima keselamatan dalam Yesus Kristus.


Kalau mereka yang tidak mengenal Kristus dapat memenuhi Taurat, baik yang tertulis sebagai kitab maupun dalam loh hati, dan bisa menjadi baik, terlebih lagi kita. Di dunia yang akan datang, mereka mungkin diperkenankan menjadi anggota masyarakatnya; tetapi kita diperkenankan menjadi anggota kerajaan. Itulah sebabnya standar bagi kita bukanlah sekadar baik, melainkan sempurna.


Untuk ini setiap kita harus menganggap bahwa panggilan untuk menjadi sempurna ini adalah hal yang wajar. Kalau tuntutan ini kita pandang wajar, maka kita akan lebih bersemangat untuk mencapainya. Kita dihindarkan dari mental block, berupa perasaan bahwa kita tidak bisa mencapainya, padahal belum mencobanya. Itu namanya kalah sebelum berperang.


Penjelasan pada hari-hari sebelumnya hanya ingin membandingkan kehidupan orang Kristen yang sejati dengan mereka yang hidup di luar Injil. Kalau mereka bisa mencapai kesalehan hidup sedemikian tingginya, maka kita harus memiliki kualitas hidup yang jauh lebih tinggi dari kualitas hidup mereka.


Sebagai calon pejabat di Kerajaan Allah, kita dituntut untuk memiliki iman yang sempurna, berbeda dengan mereka yang tidak mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kita dituntut untuk memiliki kasih yang sempurna, yaitu yang sesuai dengan pikiran dan perasaan Kristus (Flp. 2:5-7) sebab Allah kasih adanya (1Yoh. 4:8).


Dengan hal ini tampaklah betapa tinggi tuntutan yang dikenakan kepada semua orang percaya. Tidak mudah bagi seseorang untuk menjadi orang Kristen yang sejati, sebab mereka harus sempurna seperti Bapa di Surga. Memang bagi orang Kristen yang sejati, yang mau melalui proses sekolah kehidupan untuk mencapai kesempurnaan ini, tidak ada lagi penghukuman (Rm. 8:1). Tetapi kita harus mempertanggungjawabkan kehidupan kita di takhta pengadilan Kristus untuk memperoleh apa yang patut kita terima. Hendaklah dengan renungan ini kita semakin terpacu untuk menjadi orang Kristen yang sejati, dengan lebih serius mengikut Dia.



Sebagai orang percaya, kita dituntut untuk lebih daripada sekadar baik; kita dituntut untuk sempurna.



Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.