RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Rumput Palsu

Renungan Harian Virtue Notes, 5 Desember 2011

Rumput Palsu



Bacaan: Yohanes 10:1-5


10:1 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;

10:2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.

10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."



Adam dan Hawa di taman Eden masih perlu mengalami peningkatan. Keadaan mereka belum sempurna secara utuh. Kita mengetahui hal ini sebab kalau Adam dan Hawa diciptakan sudah sempurna dan tidak bisa mengalami peningkatan lagi, berarti Allah telah gagal dalam menciptakan manusia, karena mereka jatuh dan memberontak kepada-Nya. Kalau Allah menciptakan manusia yang tidak bisa jatuh, artinya manusia tidak diberi kehendak bebas, sebab tidak diberi pilihan untuk menentukan sendiri. Untuk itu Ia tidak akan memperingatkan manusia untuk tidak makan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.


Jadi tatkala Tuhan memperingatkan agar manusia jangan makan buah pengetahuan tentang yang baik dan jahat tersebut, manusia dipanggil untuk tidak mengisi pikirannya dari sumber yang lain. Manusia harus membangun pikiran moral dari sudut pandang Tuhan. Berarti kita melihat bukti bahwa Allah tidak gagal dalam menciptakan manusia; Ia berhasil membuat makhluk yang berkehendak bebas sehingga bisa menaati-Nya dan mengasihi-Nya dari hati mereka sendiri.


Dengan memahami bahwa manusia pertama ternyata juga harus mengalami proses pertumbuhan secara moral, maka kita sebagai umat pilihan lebih menyadari tanggung jawab untuk mengembangkan dan mengenakan kodrat ilahi. Tanggung jawab inilah yang sering diabaikan oleh banyak orang Kristen. Mereka menganggap bahwa menjadi anak Tuhan berarti langsung berkat secara otomatis.


Orang mengira dengan mengaku percaya kepada Kristus, mereka mengantongi tiket untuk memasuki rumput yang hijau dan air yang tenang. Banyak orang tidak teliti memperhatikan, bahwa mereka yang menemukan rumput yang hijau adalah domba yang baik. Domba yang tidak baik, yang tidak mengenal suara gembala, adalah domba yang terhilang. Domba yang hilang mencari rumput lain, sebab tidak puas terhadap rumput yang disediakan oleh gembalanya. Rumput yang disediakan oleh Gembala yang baik dianggap kalah hijau daripada rumput lain yang disediakan oleh gembala yang jahat, sama seperti Hawa yang tergoda untuk memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (Kej. 3:6). Padahal rumput yang lain itu adalah rumput palsu, berwarna hijau tetapi terbuat dari plastik.


Jangan kita mencoba mencari rumput palsu. Kita harus berprinsip bahwa rumput yang benar adalah Tuhan dan Kerajaan-Nya. Itulah satu-satunya kebahagiaan kita. Agar bisa membedakan rumput yang asli dan rumput yang palsu, kita harus terus belajar kebenaran Tuhan.



Kita bertanggung jawab untuk mengembangkan dan mengenakan kodrat ilahi.



Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.