RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Semua Orang Mengalami Pencobaan

Renungan Harian Virtue Notes, 1 Desember 2011

Semua Orang Mengalami Pencobaan



Bacaan: 1 Korintus 10:13


10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.



Ayub mengalami pencobaan yang sangat berat dalam hidupnya, namun melalui segala pencobaan itu, Tuhan meningkatkan kualitas hidup Ayub. Dengan demikian kita tahu bahwa Tuhan juga memproses orang-orang non-Yahudi untuk memiliki kelayakan di hadapan Tuhan—tentu dengan ukuran manusia Perjanjian Lama.


Itulah sebabnya Alkitab mengatakan bahwa pencobaan-pencobaan yang kita alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Perhatikan, dikatakan kekuatan manusia, bukan kekuatan anak Tuhan. Ini menunjukkan bahwa semua manusia juga mengalami pencobaan, bukan hanya orang-orang percaya. Jika kita memperhatikan kehidupan orang-orang lain di sekitar kita, pada kenyataannya mereka juga mengalami berbagai persoalan hidup yang disebut sebagai pencobaan. Masalahnya adalah bagaimana setiap individu memperlakukan sesamanya di tengah segala pergumulan hidupnya.


Misalnya, dalam Luk. 16:19–31 dikisahkan tentang seorang kaya yang mendapat pencobaan, yaitu kehadiran seorang pengemis bernama Lazarus di depan rumahnya. Bagaimana ia memperlakukan Lazarus, itulah yang memberi nilai atas hidupnya. Sayang sekali ia tidak memperlakukan Lazarus dengan baik, sehingga tidak pernah menikmati kenyamanan di balik kuburnya.


Si orang kaya ini berbeda dengan orang-orang yang digolongkan Tuhan sebagai domba dalam Mat. 25:31–46. Mereka menolong orang lapar, bertelanjang, di penjara dan lain sebagainya. Perlakuan mereka terhadap orang-orang yang membutuhkan pertolongan atau orang-orang yang menderita tersebut disejajarkan dengan perlakuan mereka terhadap Tuhan. Harus diperhatikan dengan seksama di sini bahwa diperkenankannya mereka untuk bisa bersama dengan Tuhan bukan karena iman, melainkan karena perbuatan baik atau kasih. Tentu ini hanya berlaku bagi mereka yang tidak mendengar Injil.


Jadi kita tahu bahwa Tuhan juga menggarap orang-orang di luar Yahudi dan juga di luar Kekristenan melalui segala pencobaan. Tuhan yang adil memperlakukan mereka dengan adil; sekalipun Ayub bukan orang Yahudi dan tidak pernah mengenal Kristus yang hadir ribuan tahun sesudahnya pun kita dapat berkata bahwa Ayub pun masuk surga. Tentu di dunia ini masih banyak Ayub-ayub lain yang bertebaran di segala tempat; masakan kita tidak bertemu mereka di dunia yang akan datang kelak?



Tuhan yang adil memperlakukan semua manusia dengan adil, dan menggarap mereka juga melalui segala pencobaan.



Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.