RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Melayani, Bukan Dilayani

Renungan Harian Virtue Notes, 24 Desember 2010

Melayani, Bukan Dilayani



Baca: Markus 10:35–45


10:35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!"

10:36 Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?"

10:37 Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu."

10:38 Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?"

10:39 Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.

10:40 Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan."

10:41 Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes.

10:42 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.

10:43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,

10:44 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.

10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."



“Tampaknya orang-orang Kristen sedang mengalami proses indoktrinasi dan pencucian otak, sehingga mudah menerima pernyataan iman yang menjadikan Tuhan sebagai hamba kita, bukannya kita yang menjadi hamba Tuhan,” demikian Dr. A. W. Tozer menulis dalam bukunya yang berjudul I Talk Back to the Devil. Muncullah pertanyaan, bukankah Tuhan Yesus sendiri mengatakan, “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (ay. 45)? Bukankah itu berarti Yesus datang untuk menjadikan diri-Nya hamba?


Pernyataan Tuhan Yesus ini dikemukakannya setelah Yakobus dan Yohanes meminta untuk duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus dalam kerajaan-Nya. Perlu diketahui bahwa kedua rasul masih mengira bahwa Yesus akan membangun kerajaanNya di dunia ini. Kata “kelak” dalam Alkitab Indonesia Terjemahan Baru tidak terdapat dalam teks bahasa asli Alkitab. Kepada kedua rasul, Yesus mengatakan mereka tidak tahu apa yang mereka minta, sebab mereka menganggap posisi itu akan membawa kehormatan dan kegembiraan, padahal membutuhkan penderitaan dan bahkan kematian. Inilah yang dimaksud-Nya sebagai “cawan yang harus Kuminum dan baptisan yang harus Kuterima” (ay. 38).


Kemudian Tuhan Yesus mengajarkan bahwa “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.” (ay. 43–44). Lalu Ia memberi teladan dengan diri-Nya sendiri. Kata “melayani” yang terdapat dalam ay. 45 aslinya ditulis διακονέω (diakoneō) yang berarti “mencukupi kebutuhan” atau arti sempitnya “melayani di meja makan”. Maksud Yesus, Ia datang ke bumi untuk melayani manusia dengan penuh kasih. Ia tidak dilahirkan sebagai bangsawan, tetapi sebagai rakyat jelata. Bahkan Ia lahir di kandang hina. Karenanya sebagai manusia Yesus tidak perlu dilayani, tetapi justru Ialah yang bekerja keras untuk kebaikan banyak orang; Ia mencari orang berdosa agar diselamatkan.


Tetapi saat kedatangan-Nya yang kedua, perkataan-Nya tak akan sama. Ia akan datang sebagai Raja segala raja (Why. 19:16). Oleh karena itu berbahagialah kita yang menjadi pelayan-Nya. Untuk mempersiapkan kedatangan-Nya, jangan meniru orang-orang yang katanya melayani Tuhan, padahal mereka menjadikan Tuhan pelayan mereka. Hendaklah kita meneladani Tuhan Yesus dengan melayani Dia, memberitakan Injil dan membawa orang-orang kepada pengenalan yang benar kepada-Nya.



Sebagai pelayan Yesus, kita harus menghayati semangat pelayanan-Nya: melayani, bukan dilayani.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.