RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Juruselamat Ekonomi?

Renungan Harian Virtue Notes, 19 Desember 2010

Juruselamat Ekonomi



Bacaan: Galatia 3: 13-14


3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.



Kalau harus jujur, kita memang mengakui, masalah ekonomi adalah masalah yang termasuk pokok dan penting dalam hidup. Selain masalah keluarga dan sakit penyakit, masalah ekonomilah ternyata yang banyak menyita perhatian hidup sehingga juga menentukan suasana jiwa manusia. Di satu pihak, ada orang yang ke gereja karena masalah ekonomi yang tidak terselesaikan; di lain pihak, ada orang yang tidak sanggup atau tidak mau ke gereja karena masalah ekonomi. Kita semua menghendaki memiliki kehidupan ekonomi yang baik, tetapi ternyata hampir semua orang memiliki masalah ekonomi dalam kehidupannya. Bagaimana kita dapat dimerdekakan darinya?


Kita tidak boleh terjebak oleh cara-cara tidak dewasa dalam menangani masalah ekonomi, yang marak diajarkan oleh banyak pembicara Kristen melalui mimbar gereja. Misalnya, hanya dengan didoakan oleh pendeta, katanya semua masalah ekonomi otomatis akan selesai dengan sendirinya. Juga kita lihat dan dengar ada hamba Tuhan yang mengklaim bahwa dirinya dapat membebaskan umat Tuhan dari kutuk-kutuk resesi ekonomi. Memang ada kutuk yang dapat membuat seseorang tidak menikmati berkat Tuhan, tetapi bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, semua kutuk telah dipakukan di atas kayu salib (ay. 13), maka kita meyakini bahwa kita telah dibebaskan dari segala kutuk.


Kita sedih melihat jemaat diiming-imingi berkat jasmani melalui kebaktian khusus untuk menerima pemulihan ekonomi. Kebaktian dengan model seperti itu biasanya diminati banyak orang, sebab memang pada umumnya manusia modern adalah manusia yang materialistis, sehingga segala cara yang menjanjikan pemulihan ekonomi tentu sangat digemari. Dalam kebaktian seperti itu, pemberitaan Firman dipaksakan sedemikian rupa untuk menekankan berkat jasmani, sehingga menampilkan Yesus sebagai juruselamat ekonomi. Ajaran seperti ini sangat berbahaya sebab ini menyimpangkan maksud utama kedatangan Tuhan di dunia ini.


Orientasi dan pemahaman yang tidak dewasa tersebut tidak akan membawa kita kepada kemenangan yang sesungguhnya. Doa tidak menggantikan tanggung jawab; bekerja rajin dan jujur merupakan tanggung jawab yang harus dipenuhi untuk dapat menikmati berkat pemeliharaan jasmani dari Tuhan. Tuhan Yesus mengorbankan diri-Nya agar kita memperoleh berkat Abraham—yaitu pembenaran, pendamaian dan diterimanya kita sebagai anak-anak Allah. Juga oleh-Nya kita menerima Roh Kudus (ay. 14). Yesus ialah Juruselamat yang sejati, bukan sekadar juruselamat ekonomi.



Jangan terjebak dengan penyesatan yang menampilkan Yesus sebagai juruselamat ekonomi.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.