RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Jangan Takut

Renungan Harian Virtue Notes, 22 Desember 2010

Jangan Takut



Bacaan: Matius 10: 16-33


10:16. "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

10:17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.

10:18 Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.

10:19 Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.

10:20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.

10:21 Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.

10:22 Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

10:23 Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

10:24 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.

10:25 Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.

10:26 Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.

10:27 Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.

10:28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

10:29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.

10:30 Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.

10:31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

10:32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.

10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."



Takut biasanya dikonotasikan selalu negatif, padahal tidak selalu demikian. Seperti kekhawatiran yang positif dapat membangkitkan rasa tanggung jawab, ketakutan juga bisa demikian. Kalau kekhawatiran adalah ketakutan terhadap sesuatu yang belum terjadi, yang dimaksud ketakutan di sini adalah terhadap keadaan saat ini.


Dalam bacaan kita hari ini, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kita tidak perlu takut kepada segala sesuatu yang menghambat kita menyampaikan kebenaran, karena pada akhirnya Ia akan memberikan kita kemenangan. Tetapi kita harus mempunyai sikap takut kepada Tuhan, sebab takut kepada Tuhan adalah ketakutan yang menyelamatkan.


Dalam kehidupan kita sehari-hari, jika kita takut kepada Tuhan, maka kita akan hidup bertanggung jawab. Maka kalau Tuhan mengatakan, “Burung di langit diberi makan oleh Tuhan” (Mat. 6:26), tidak berarti kita tidak perlu bekerja. Burung di langit adalah burung yang terbang mencari nafkah, bukan burung malas. Maka kalau kita memenuhi bagian kita, Tuhan pun akan memenuhi bagian-Nya. Bukankah kita jauh lebih berharga daripada banyak burung pipit (ay. 30)?


Alkitab memberi banyak contoh bahwa orang yang takut akan Tuhan selalu berjaga-jaga. Contohnya, kisah Yusuf di Mesir yang menimbun gandum pada masa panen untuk menghadapi masa paceklik. Sikap bijaksananya ini menyelamatkan bukan saja seluruh Mesir tetapi juga keluarganya di Kanaan (Kej. 37–50). Harus disadari bahwa keadaan bisa berubah setiap saat, dan karenanya seseorang harus mempersiapkan diri menghadapi hari esok yang tidak menentu. Jadi pada waktu keadaan berlimpah, kita tidak boleh menghabiskannya untuk dinikmati pada waktu itu saja, tetapi juga menyimpannya untuk waktu-waktu yang akan datang.


Perihal menyediakan persediaan juga disinggung oleh Amsal ketika berbicara mengenai semut: “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak.” (Ams. 6:6) Kita harus mencontoh kebijakan semut mengumpulkan makanan pada musim panas (Ams. 30:25), yang dewasa ini salah satunya dengan menabung di bank dan asuransi. Jadi jangan alergi dengan asuransi, karena asuransi tidak salah selama dilandasi dengan sikap berjaga-jaga bukan kekuatiran. Namun tentu kita tetap harus benar-benar memahami program asuransi yang ditawarkan dan berhati-hati memilih asuransi, sehingga tidak termakan janji yang setinggi langit tetapi saat mengklaim ternyata setinggi langit pula kesulitannya.



Orang yang takut kepada Tuhan akan senantiasa berjaga-jaga.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.