RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Bukan Agama, Melainkan Jalan Hidup

Renungan Harian Virtue Notes, 6 Desember 2010

Bukan Agama, Melainkan Jalan Hidup



Bacaan: Galatia 2: 19-20; Ibrani 5: 9


Galatia 2: 19-20

2:19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;

2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.


Ibrani 5: 9

5:9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,



Pernahkah Saudara mendengar kalimat ini, “Christianity is not a religion, but a way of life” (“Kekristenan bukanlah sebuah agama, melainkan jalan hidup”)? Agama-agama lain juga mengatakan mereka bukan agama melainkan jalan hidup, tetapi sesungguhnya hanya Kekristenanlah yang bisa disebut demikian, sebab Kekristenan tidaklah cukup diisi dengan kegiatan seremonial dan peraturan-peraturan agamawi. Kekristenan adalah mempraktikkan ketaatan kepada kehendak Bapa sepanjang hidup kita, seperti yang telah dikerjakan oleh Tuhan Yesus sepanjang hidup-Nya di bumi ini.


Kepuasan yang dimiliki oleh orang-orang yang merasa sudah menjadi umat pilihan, kepuasan bahwa mereka merasa sudah diadopsi menjadi anak-anak Allah, kepuasan bahwa mereka merasa sudah diselamatkan telah membutakan pengertian yang benar tentang keselamatan dan membuat orang tidak hidup dalam jalan keselamatan yang benar. Waspadalah.


Jalan keselamatan yang benar adalah melakukan kehendak Bapa, dengan meneladani Tuhan Yesus. Ia taat sampai mati, sekalipun bila mau, Ia pun bisa saja memilih untuk tidak dengar-dengaran kepada Bapa-Nya. Karena taat dan mencapai kesempurnaan, Tuhan Yesus menjadi pokok keselamatan (Ibr. 5:9). Kata “pokok” dalam teks ini adalah αἴτιος (aítios) yang berarti “penggubah”. Ia menjadi Penggubah atau Pembentuk manusia sehingga menjadi seperti yang Bapa kehendaki.


Artinya, Tuhan Yesus mau membentuk atau mendesain ulang manusia yang mau taat kepada-Nya. Setiap orang yang mau diselamatkan harus memberi diri untuk diubah, dibentuk dan diserupakan dengan Tuhan Yesus sebagai gambaran utama manusia. Di sini kita menemukan gambaran dari suatu proses pembentukan individu. Jadi jangan kita berpikir bahwa menjadi Kristen itu, yang penting ya rajin beribadah ke gereja. Memang itu penting, tetapi kehidupan kita setiap hari lebih penting, sebab itulah sekolah kehidupan yang sesungguhnya, tempat kebenaran-kebenaran yang kita dengar harus kita terapkan.


Karena keselamatan itu proses, maka kita semua adalah murid yang masih harus belajar, bertumbuh dan memperagakan kebenaran. Kita masih tetap manusia dengan segala kelemahan dan kekurangan yang ada, tetapi kita tidak boleh tetap tinggal di dalam kekurangan dan kelemahan itu. Kita harus mau dibentuk dan terus belajar sebagai murid, sampai “Hidupku bukannya aku lagi, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku” bukan hanya slogan, tetapi kenyataan hidup.



Kekristenan adalah melakukan kehendak Bapa sepanjang hidup kita di bumi ini.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.