Blog ini berisi renungan harian Kristiani dengan bahasa yang sangat kasual. Tapi jangan takut, meskipun bahasanya kasual, loe tidak akan menjumpai kata-kata yang kasar, SARA, porno, di sini.
Internet itu adalah sarana yang tepat untuk mengabarkan kebenaran Injil yang murni sampai ke ujung dunia. Makanya Bossss, kita harus bekerja sama nih. Kalo loe merasa diberkati, silakan berbagi sama temen-temen loe. Okeeh! Ciyuusss lhoo yah!
Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!
2:5Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,2:6yang walaupun dalam rupa Allah,tidak menganggap kesetaraan dengan Allahitu sebagai milik yang harus dipertahankan,2:7melainkan telah mengosongkandiri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba,dan menjadi sama dengan manusia.2:8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati,bahkan sampai mati di kayu salib.2:9Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Diadan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,2:10supaya dalam nama Yesus bertekuk lututsegala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,2:11dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Salah satu kunci penting untuk memahami anugerah dengan benar adalah mengerti bahwa letak anugerah itu terdapat pada kesediaan ALLAH menjadi manusia. Tidakkah ini tindakan yang sangat luar biasa? Kesediaan ALLAH menjadi manusia tidak dapat dimengerti, tetapi kita bisa percaya. Kejadian ini dahsyat : Anak ALLAH bersedia meninggalkan kemuliaan, merendahkan diri-NYA, mati di kayu salib dengan penghinaan yang sangat menyakitkan, sekalipun ia adalah ALLAH yang telah bersama BAPA di dalam kekekalan dan kemuliaan.
Kedatangan-NYA di dunia merupakan kejadian yang sangat luar biasa, dalam keberadaan TUHAN Yesus Kristus. Kita tidak tahu seperti apa tubuh yang dikenakan-NYA sebelum turun ke bumi. Yang kita ketahui, IA mengenakan tubuh fana manusia, dan setelah menyelesaikan tugas kemesiasan-NYA, IA kembali ke Surga dengan tubuh yang sama seperti yang dikenakan-NYA di bumi (setelah dipermuliakan), dengan lubang bekas paku di tangan dan kaki-NYA, dan bekas tombak di lambungnya. Luka itu menjadi kenangan abadi sekaligus bukti kasih-NYA kepada manusia.
Ketika menjadi manusia, Yesus benar-benar mengosongkan diri (kenosis). Harus dicatat bahwa sebagai bayi kecil yang tidak berdaya, IA benar-benar meninggalkan kesadaran-NYA yang Mahasempurna sebagai Pribadi ALLAH yang Mahatinggi. Sebagai manusia seperti kita, IA harus bertumbuh dewasa, dan belajar menyadari keberadaan-NYA sebagai utusan BAPA. IA masih harus bergumul untuk taat kepada BAPA di Surga (Ibrani 5 : 8). BahkanIA juga dihadapkan dengan potensi untuk berbuat salah (Matius 4 : 1-11).
Sebagai makhluk fana, di dunia ini Yesus juga rentan terhadap bahaya dan ancaman yang mengerikan. Tidak dapat disangkal bahwa sebagai manusia, IA pernah berdoa dalam kegentaran yang dahsyat sehingga menyampaikan permohonan, "Ya BAPA-KU, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu daripada-KU..." (Matius 26 : 39, 42). BAPA tetap memerintahkan Yesus untuk minum cawan penderitaan demi keselamatan umat manusia. Karena hanya Yesus satu-satunya kurban penebus dosa manusia yang sempurna dan tanpa cacat.
Jadi sesungguhnya kesediaan ALLAH untuk menjadi manusia, mengosongkan diri-NYA dan menjadi kurban penebus dosa inilah anugerah yang tiada tara itu. Inilah pemberian cuma-cuma dari ALLAH, yang diberikan sama sekali bukan karena usaha atau kebaikan manusia.
2:8Sebab karena kasih karuniakamu diselamatkanoleh iman;itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,2:9itu bukan hasil pekerjaanmu:jangan ada orang yang memegahkan diri.2:10Karena kita ini buatanAllah, diciptakandalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik,yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Dari banyak kata yang sering muncul di kalangan orang Kristen, kata "anugerah" adalah salah satunya. Dalam bahasa Ibrani, anugerah disebut 'khen' (dengan topi diatas huruf e), dan dalam bahasa Yunani 'kharis'. Dua kata ini memiliki kesamaan pengertian, yaitu "pemberian atau perbuatan baik dari seseorang yang berkedudukan tinggi (atasan) kepada orang yang levelnya lebih rendah". Kata 'khen' dan 'kharis' juga berarti "sebuah pemberian tanpa melihat kepantasan si penerima pemberian tersebut", dan juga berarti "pemberian yang memiliki nilai tinggi dan sangat dibutuhkan". Kata "anugerah" sama pengertiannya dengan "kasih karunia" atau "rahmat"
Agar dapat menerima anugerah TUHAN secara benar, maka kita harus mengerti di mana letak anugerah dalam keselamatan yang TUHAN berikan kepada kita. Apakah terletak kepada cara menerima keselamatan? Atau, apakah anugerah itu terletak pada nilai keselamatan itu sendiri, yaitu kesediaan ALLAH menjadi manusia? Apakah nilai anugerah terletak pada kedua-duanya?
Doktrin keselamatan hanya oleh anugerah (Inggris : 'only by grace'; Latin : 'sola gratia') terambil dari Efesus 2 : 8-9. Teks ini lebih populer pada ajaran yang menekankan kemutlakan kedaulatan ALLAH dalam menentukan keselamatan atas setiap individu. Sayangnya, tidak jarang pengajaran ini memberi tekanan yang tidak pada proporsinya terhadap proses penyelamatan umat manusia. Dikatakan untuk menerima keselamatan, manusia tidak perlu berbuat apa-apa, yang penting pengakuan bibir dan perasaan percaya. Dikesankan bahwa sekalipun seorang manusia bertindak pasif, asal dia orang terpilih, maka ia bisa selamat. Padahal dalam Perjanjian Baru sesuai yang diajarkan oleh TUHAN Yesus, tidak ada satu ayat pun yang menyatakan bahwa cara menyambut keselamatan juga bernilai anugerah. Selalu ada tantangan, pertaruhan atau barter untuk mengikut TUHAN Yesus atau dalam menerima anugerah tersebut. Manusia menyambut keselamatan itu dengan aktif melalui iman (ayat 8), dan iman tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2 : 26).
Kata-kata "bukan hasil usahamu tetapi pemberian ALLAH... bukan hasil pekerjaanmu" kalau tidak diteropong dengan benar bisa membangkitkan suatu kesan bahwa perbuatan baik tidak diperlukan. Bahkan membangun kecurigaan, seolah-olah perbuatan baik dalam Kekristenan dapat menjadi ancaman dan bisa merusak doktrin keselamatan 'sola gratia'. Sesungguhnya, manusia menerima anugerah secara aktif, sehingga perbuatan baik itu sejalan dengan 'sola gratia' (ayat 10). Marilah memahami hal ini dengan benar, sehingga kita menerima keselamatan secara maksimal.
2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
Bagi manusia, tidak ada yang lebih bernilai jika manusia itu dipakai TUHAN untuk memenuhi rencana-NYA, sebab manusia memang diciptakan TUHAN untuk melaksanakan kehendak-NYA. Seperti perabot yang dipakai untuk maksud yang mulia, orang yang dipakai TUHAN harus hidup dalam kesucian. Makin kudus dan bersih hidup seseorang, maka ia akan semakin efektif dipakai oleh TUHAN.
Apa sebenarnya kekudusan itu? Dalam bahasa Ibrani, kudus ditulis 'qadash' yang artinya "dipisahkan dari yang lain untuk digunakan". Dalam bahasa Yunani, 'hagios' yang artinya "berbeda dari yang lain". Dalam Kekristenan, kekudusan harus dipahami berbeda dengan konteks agama-agama pada umumnya. Kekudusan Kristen berawal dari penebusan oleh darah Yesus. Manusia yang berdosa diampuni, dan segala dosa yang pernah dilakukan diperhitungkan tidak pernah terjadi, sebab TUHAN Yesus memikul di kayu salib. Ini kekudusan secara pasif, yaitu kita menerima pengampunan dosa tanpa usaha kita sama sekali.
Selanjutnya, mereka yang sudah dikuduskan oleh darah Yesus diharapkan menjadi pribadi yang tidak berbuat dosa lagi. Dalam hal ini perlu kerja sama antara kita dengan TUHAN melalui Roh Kudus. Kita harus memiliki kesediaan untuk hidup tidak dikuasai dosa, sementara itu TUHAN menyediakan Firman (Yohanes 17 : 17), dan segala peristiwa yang terjadi dalam hidup kita untuk mendewasakan kita (Roma 8 : 28). Inilah kekudusan secara aktif. Proses pengudusan ini haruslah sebuah proses yang dialami setiap anak TUHAN secara nyata.
Karena berarti "dipisahkan dari yang lain", kekudusan bukan hanya berarti tidak melakukan dosa-dosa moral secara umum, tetapi juga dipisahkan, atau tidak terikat, dengan keindahan dunia. Sebagai perabot, kita hidup dalam ketertundukan kepada TUHAN dan bersedia dipakai untuk tujuan-NYA.
Bersedia dikuduskan berarti bersedia mengalami kematian diri manusia lama (Galatia 2 : 20). Meskipun mengalami kematian diri, kita tetap memiliki kehendak bebas, tetapi melalui penyangkalan diri terus menerus, kita akan menyerahkan kehendak kita dan hak kita kepada TUHAN : Hak dihormati, hak dihargai, hak memiliki, dan sebagainya. Ini suatu keharusan, sebab "dipisahkan dari yang lain" berarti berbeda dengan dunia ini. Dengan pertumbuhan manusia baru kita yang semakin dewasa, karakter kita semakin terbentuk dalam kekudusan yang benar. Ini memungkinkan kita dipakai TUHAN secara benar, sebab hanya orang kuduslah yang dapat berjalan dengan-NYA dalam keharmonisan hubungan yang dikehendaki-NYA.
16:4Sesudah itu Simson jatuh cintakepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila.16:5Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistinkepada perempuan itu sambil berkata: "Cobalah bujukdia untuk mengetahui karena apakah kekuatannyademikian besar, dan dengan apakah kami dapat mengalahkan dia dan mengikat dia untuk menundukkannya. Maka kami masing-masing akan memberikan seribu seratus uang perakkepadamu."16:6Lalu berkatalah Delilakepada Simson: "Ceritakanlah kiranya kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar, dan dengan apakah engkau harus diikat untuk ditundukkan?"16:7Jawab Simson kepadanya: "Jika aku diikat dengan tujuh tali busur yang baru, yang belum kering, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain manapun juga."16:8Lalu raja-raja kota orang Filistin membawa tujuh tali busur yang baru yang belum kering kepada perempuan itu dan ia mengikat Simson dengan tali-tali itu,16:9sedang di kamarnyaada orang bersiap-siap. Kemudian berserulah perempuan itu kepadanya: "Orang-orang Filistin menyergap engkau,Simson!" Tetapi ia memutuskan tali-tali busur itu seperti tali rami yang terbakar putus, apabila kena api. Dan tidaklah ketahuan di mana duduk kekuatannya itu.16:10Kemudian berkatalah Delila kepada Simson: "Sesungguhnya engkau telah mempermain-mainkandan membohongi aku. Sekarang ceritakanlah kiranya kepadaku dengan apa engkau dapat diikat."16:11Jawabnya kepadanya: "Jika aku diikat erat-erat dengan talibaru, yang belum terpakai untuk pekerjaan apapun, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain manapun juga."16:12Kemudian Delila mengambil tali baru, diikatnyalah dia dengan tali-tali itu dan berseru kepadanya: "Orang-orang Filistin menyergap engkau,Simson!" --di kamar ada orang bersiap-siap--tetapi tali-tali itu diputuskannya tanggal dari tangannya seperti benang saja.16:13Berkatalah Delila kepada Simson: "Sampai sekarang engkau telah mempermain-mainkan dan membohongi aku. Ceritakanlah kepadaku dengan apakah engkau dapat diikat." Jawabnya kepadanya: "Kalau engkau menenun ketujuh rambut jalinku bersama-sama dengan lungsin lalu mengokohkannya dengan patok, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain manapun juga."16:14Kemudian perempuan itu mengokohkan lagi tenunan itu dengan patok, lalu berserulah ia kepadanya: "Orang-orang Filistin menyergap engkau,Simson." Tetapi ketika ia terjaga dari tidurnya, disentaknya lepas patok tenunan dan lungsin itu.16:15Berkatalah perempuan itu kepadanya: "Bagaimana mungkin engkau berkata: Aku cinta kepadamu,padahal hatimu tidak tertuju kepadaku? Sekarang telah tiga kaliengkau mempermain-mainkan aku dan tidak mau menceritakan kepadaku, karena apakah kekuatanmudemikian besar."16:16Lalu setelah perempuan itu berhari-hari merengek-rengek kepadanya dan terus mendesak-desak dia, ia tidak dapat lagi menahan hati, sehingga ia mau mati rasanya.16:17Maka diceritakannyalah kepadanya segala isi hatinya,katanya: "Kepalaku tidak pernah kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibuku aku ini seorang nazirAllah. Jika kepalaku dicukur, maka kekuatanku akan lenyap dari padaku, dan aku menjadi lemah dan sama seperti orang-orang lain."16:18Ketika dilihat Delila, bahwa segala isi hatinya telah diceritakannya kepadanya, disuruhnyalah memanggil raja-raja kota orang Filistin,katanya: "Sekali ini lagi datanglah ke mari, sebab ia telah menceritakan segala isi hatinya kepadaku." Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin itu kepadanya sambil membawa uangitu.16:19Sesudah itu dibujuknya Simson tidur di pangkuannya, lalu dipanggilnya seorang dan disuruhnya mencukur ketujuh rambut jalinnya, sehingga mulailah Simson ditundukkan oleh perempuan itu, sebab kekuatannya telah lenyap dari padanya.16:20Lalu berserulah perempuan itu: "Orang Filistin menyergap engkau,Simson!" Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: "Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas." Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia.16:21Orang Filistinitu menangkap dia, mencungkil kedua matanyadan membawanya ke Gaza.Di situ ia dibelenggu dengan dua rantai tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling.16:22Tetapi rambutnya mulai tumbuh pula sesudah dicukur.
Dalam sebuah peperangan, terdapat strategi menghancurkan dari dalam, yang biasanya dilakoni oleh agen ganda. Agen ganda ini merupakan musuh dalam selimut. Ia ada di tengah-tengah kita, tetapi sebetulnya berpihak pada musuh.
Dalam kisah Simson dan Delila, kita bisa melihat contohnya. Simson adalah hakim Israel yang mengabdikan hidupnya untuk melawan musuh Israel, yaitu bangsa Filistin. Delila yang dicintai Simson diam-diam merupakan agen ganda, 'femme fatale' (wanita pembawa bencana) terhadap Simson. Dengan tipu dayanya, Delila berhasil membujuk Simson untuk membongkar rahasia kekuatannta, sehingga akibatnya Simson berhasil ditangkap oleh orang Filistin.
Demikian juga iblis menyusupkan agen ganda di antara orang-orang percaya, yaitu mereka yang membawa hal-hal yang kelihatan baik di mata manusia, padahal sesungguhnya tipu daya iblis. Orang-orang yang menyebut dirinya hamba TUHAN seharusnya ada di pihak TUHAN, tetapi kenyataannya mereka menjadi alat iblis yang mengajarkan injil yang palsu. Mereka mengajarkan hal-hal yang menyenangkan bagi manusia : Kemakmuran duniawi, jaminan hidup enak di bumi, dan sebagainya, padahal itu semua merusak kehidupan Jemaat TUHAN yang dalam ketulusan ingin dibimbing kepada kebenaran. Kasihan, mereka bisa jatuh menuju kegelapan abadi.
Lalu ada lagi bahaya dari teman-teman dan saudara-saudara kita yang memperkenalkan kita dengan hobi-hobi, teknologi komunikasi dan hiburan yang baru, dan sebagainya. Memang dalam kadar yang wajar, jika hal-hal itu tidak mengikat kita itu memang tidak bermasalah. Namun dengan dorongan dan pengaruh dari orang-orang yang kita anggap mengasihi kita, tanpa kewaspadaan, kita bisa terikat kecanduan terhadap hal-hal tersebut. Akibatnya waktu kita sibuk dihabiskan untuk memuaskan hobi kita, main game sepanjang hari, chatting sepanjang hari, dan sebagainya, dan tidak ada lagi waktu untuk belajar kebenaran. Jadi orang-orang yang kita anggap mengasihi kita, tanpa sadar sebetulnya dimanfaatkan iblis yang licik itu sebagai agen ganda untuk menjatuhkan kita.
Jadi dalam peperangan melawan iblis, kita harus waspada, agar jangan sampai kita dijatuhkan oleh agen ganda, seperti Simson; dan juga jangan sampai kita menjadi agen ganda yang dimanfaatkan iblis, karena kebodohan kita sendiri.
10 : 17 Jadi, iman timbul dari pendengaran,dan pendengaran oleh firman Kristus.
Bila seseorang mengerti maksud utama atau inti keselamatan ALLAH dalam Yesus Kristus, maka ia dapat memahami dengan benar atau lebih akurat berita-berita yang terdapat dalam nas-nas Alkitab yang memuat kebenaran yang murni. Ia akan mengerti kebenaran-kebenaran khusus yang terdapat dalam nas-nas Alkitab tersebut, mengerti relasinya dan kesejajarannya. Penjelasannya mengenai satu ayat dengan ayat yang lain pasti tidak berbenturan. Untuk itu kita harus benar-benar tajam memahami keselamatan ALLAH dalam Yesus Kristus. Keselamatan ALLAH dalam Yesus Kristus benar-benar tidak bertalian langsung dengan pemenuhan kebutuhan jasmani. Kalau dihubungkan langsung, maka bangunan berpikir mengenai keselamatan tersebut menjadi rusak sama sekali. Langkah salah dalam hal ini akan membutakan pikiran atau pengertian orang percaya. TUHAN Yesus bekerja keras meruntuhkan bangunan pola berpikir yang salah, dengan memberikan pengajaran-NYA. Dengan mengerti pengajaran-NYA, orang akan memiliki iman yang benar. Perhatikan, bahwa iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus. Firman, atau sabda Kristus (rhematos Khristu), adalah apa yang diajarkan TUHAN Yesus dan teladan kehidupan-NYA.
Bangsa Israel memiliki kehidupan iman yang berpusat pada YHWH. Pada dasarnya cara mereka mengisi imannya adalah dengan tidak memiliki alah lain, tidak melakukan ritual kepada alah lain, dan melakukan Taurat yang diberikan oleh YHWH. Ini berbeda dengan iman kita. Iman kita berpusat kepada pribadi Kristus. Kita harus memahami apa yang diajarkan dan meneladani kehidupan-NYA. Berpusat pada Kristus artinya kita memiliki pikiran dan perasaan-NYA. Di dalam diri kita ada roh yang berasal dari TUHAN, yang memungkinkan kita untuk memahami kehendak TUHAN, berpikir seperti pikiran TUHAN, berperasaan seperti perasaan TUHAN, jika kita mau hidup dipimpin dan mendengar Roh Kudus (Filipi 2 : 5-7). Inilah yang dimaksud dengan mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar (Filipi 2 : 12).
Semua kita semula adalah domba yang sesat. Maksudnya, kita terperangkap dalam keinginan daging yang tidak sesuai dengan pikiran dan perasaan TUHAN. Kita menjadi egois dengan segala nafsu ingin dihormati yang terselubung atau terang-terangan dan fokus kepada keindahan dunia ini. Sebenarnya dengan mendengar apa yang diajarkan TUHAN Yesus, IA akan mengembalikan kita ke kandang domba-NYA. Inilah yang disebut menjala jiwa. Pada waktu kita mempelajari rhematos Khristu, kita sedang dikembalikan kepada rancangan-NYA.
Persembahan yang benar 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. 12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku,aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. 12:4 Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, 12:5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. 12:6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. 12:7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; 12:8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.
Hidup yang dianugerahkan TUHAN kepada kita hendaknya tidak digunak
an dengan sia-sia selama masih diberi kesempatan. Sisa waktu yang ada harus sungguh-sungguh dioptimalkan untuk mengerti dan kemudian melakukan kehendak TUHAN atas hidup ini dalam segala hal karena TUHAN mempunyai rancangan yang unik bagi setiap pribadi. Untuk bisa mengerti apa yang TUHAN kehendaki, kita perlu bekerja keras untuk sungguh-sungguh belajar dan terus menerus didewasakan oleh kebenaran Firman TUHAN yang dituangkan dalam Alkitab, melalui persekutuan yang melekat erat dengan TUHAN dalam setiap nafas hidup kita.
Di sini digunakan istilah 'kerja keras', 'sungguh-sungguh' dan 'terus-menerus', untuk menunjukkan betapa pentingnya hal ini. Kita berpacu terus dengan waktu, karena iblis juga tidak pernah berhenti bekerja melalui berbagai lini (media cetak, audio-video, internet, lingkungan, dan pengajaran-pengajaran palsu) untuk menyesatkan pikiran manusia sampai tidak bisa lagi mengerti ajaran yang benar dan terhilang untuk selamanya (2 Korintus 11 : 3; 2 Timotius 4 : 3-4). Ilustrasi sederhana adalah ketika kita berusaha merangkai sebuah jigsaw puzzle yang besar dan rumit. Puzzle tersebut terdiri dari alas puzzle, ribuan kepingan puzzle dan contoh gambar utuh dari puzzle tersebut. Sebagai perumpamaan, alas puzzle tersebut adalah hidup manusia. Kepingan-kepingannya yang tercerai berai adalah jiwa manusia yang telah terkontaminasi oleh dunia dan segala keinginannya sehingga tersesat dan menyimpang dari tujuan hidup yang ALLAH telah rancangkan. Contoh gambar utuh merupakan citra asli yang TUHAN kehendaki. Bisa dibayangkan betapa sulitnya merangkai ribuan kepingan puzzle tersebut satu persatu tanpa pedoman berupa contoh gambar utuh. Demikian juga halnya dengan memulihkan kembali jiwa yang rusak untuk kembali pada rancangan yang ALLAH kehendaki. Sangatlah sulit, karena jiwa yang rusak membuat manusia tidak mengerti apa rancangan ALLAH atas hidupnya, bahkan menjadi semakin tersesat bila tidak ada pedoman atau standar yang benar.
Contoh gambar citra manusia yang utuh sesungguhnya telah dituliskan dalam Alkitab : Yesus Kristus. Di sinilah kita harus belajar sungguh-sungguh mengenai kebenaran Firman ALLAH yang tertuang dalam Alkitab dan terus didewasakan dalam pengertian yang benar akan Firman ALLAH melalui persekutuan yang melekat erat dengan TUHAN dalam setiap nafas kehidupan kita sehingga pikiran kita semakin hari semakin diubahkan. Dengan pola pikir yang diperbarui, hati dan perbuatan kita juga akan diubahkan sehingga kita bisa sepikiran dan seperasaan dengan TUHAN dan mengerti kehendak TUHAN : Apa yang baik, yang berkenan kepada ALLAH, dan yang sempurna.
Yesus dan Beelzebul 11:14 Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. 11:15Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan." 11:16 Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. 11:17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. 11:18 Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. 11:19 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. 11:20 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. 11:21 Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. 11:22 Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. 11:23 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."
Kembalinya roh jahat 11:24 "Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. 11:25 Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur. 11:26 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula."
Kejadian-kejadian supranatural mengenai kerasukan setan masih sering kita dengar atau saksikan sampai hari ini. Namun jika lebih jeli meneliti Alkitab mengenai pengertian kerasukan setan ini, kita akan sadar bahwa hal ini bukan saja manifestasi fisik yang dapat kita lihat. kerajaan iblis merupakan pemerintahan dengan hierarkinya (Efesus 6 : 12). Mungkin ini luput dari perhatian kita. Kebanyakan orang Kristen hanya berfokus pada kerasukan setan level rendahan yang memang menghasilkan manifestasi fisik, seperti menjerit, muntah, memukul orang lain, dan sebagainya. Namun kita lupa ada setan yang hierarkinya lebih tinggi, yang manifestasinya lain.
Kita perlu memahami bahwa kerasukan setan adalah kehidupan yang tidak dipimpin Roh ALLAH. Jadi, kapan pun dan dimana pun, ketika seseorang tidak memberi diri dipimpin oleh Roh-NYA, maka ia sedang mulai dipimpin roh setan. Atau dalam kalimat yang lebih lugas, ia sedang kerasukan setan. Dengan memahami luasnya pengertian kerasukan setan, maka kita dapat mulai lebih bijaksana mengelola kehidupan. Kita perlu selalu menyelidiki dan waspada, apakah kita masih dipimpin Roh TUHAN? Atau sudah mulai bergeser dipimpin roh setan? Masuknya setan dalam hidup kita perlahan-lahan memberikan pemahaman-pemahaman yang keliru mengenai TUHAN, sampai suatu saat, sampai kita benar-benar sudah sulit diubahkan, sebab pemahaman dan pandangan kita sudah demikian tersesat.
Contohnya, setan mendistorsi ajaran Alkitab mengenai kebaikan TUHAN. Setan level tinggi merasuki banyak pengajar sehingga mengajarkan bahwa kebaikan TUHAN artinya IA akan memenuhi semua keinginan jasmani kita, tak ada bedanya dengan dewa-dewa agama-agama lain. Padahal Alkitab mengajarkan bahwa tidak boleh kita meragukan kebaikan TUHAN, sebab sudah pasti IA baik. Kebaikan TUHAN bukan seperti yang diajarkan agama-agama lain, melainkan versi TUHAN sendiri. Bahkan kesulitan yang paling sulit sekalipun merupakan kebaikan TUHAN untuk mendewasakan roh kita.
Dengan distorsi setan, banyak orang menjadi lebih memperhatikan hal-hal yang kasat mata, tampilan agamawi semata tanpa menyerahkan diri kepada kehendak TUHAN. Akhirnya setan berhasil dan orang ini terhilang selama-lamanya karena pengertiannya yang keliru tentang TUHAN. Jadi, hati-hati dengan kerasukan setan level tinggi yang lebih jahat. Manifestasinya memang tidak kelihatan secara fisik, namun daya hancurnya kepada roh manusia jauh lebih mematikan daripada setan rendahan.