RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Tidak Ada Kesempatan Lagi

Renungan Harian Virtue Notes, 10 Nopember 2011

Tidak Ada Kesempatan Lagi



Bacaan: 1 Korintus 7: 26-35


7:26 Aku berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya.

7:27 Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang!

7:28 Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu.

7:29 Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;

7:30 dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;

7:31 pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.

7:32 Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

7:33 Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,

7:34 dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.

7:35 Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.



Rasul Paulus menjadi seorang yang demikian militan bagi Kristus, sebab ia mengira kedatangan Kristus yang kedua kali akan terjadi sewaktu ia masih hidup. Itulah sebabnya ia merasa sisa waktu yang ada sudah dalam masa darurat. Ia merasa sudah tidak ada banyak kesempatan lagi; semua harus difokuskan kepada Tuhan, bagaimana mencari perkenanan-Nya.


Di zaman modern ini banyak orang yang tidak berniat untuk mengkhianati Tuhan, tetapi berpikir bahwa masih ada kesempatan di masa depan untuk mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh dan selalu ada waktu untuk menemukan Tuhan. “Nanti saja, sesudah punya rumah sendiri,” lalu “Nanti saja, sesudah menikah,” lalu “Nanti saja, sesudah punya anak,” dan seterusnya, tak ada habis-habisnya, sebab orang mudah menganggap sesuatu lebih penting daripada Tuhan dan Kerajaan-Nya.


Dengan pikiran ini orang-orang merasa aman dan damai, dalam zona kenyamanan rohani. Padahal itu semua perasaan aman dan damai yang semu. Mereka sudah dijebak oleh perangkap kuasa kegelapan yang hendak menggiring mereka seperti domba kelu dibawa ke pembantaian.


Sementara hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, Iblis berusaha mewarnai hidup manusia dengan segala warna kehidupan yang membuat kebenaran Tuhan tidak mendapat tempat dalam hidupnya. Sebagai gantinya Iblis menyediakan kebenaran palsu, sehingga orang itu merasa telah memberi tempat bagi Tuhan, karena sudah menjalankan kewajiban agama. Padahal tanpa mengisi jiwanya dengan kebenaran Tuhan dan pengalaman pribadi yang konkret dengan-Nya, berarti seseorang tidak memberi tempat bagi Tuhan.


Lebih baik kita mengenakan pandangan Paulus, “Waktu telah singkat!” (ay. 29) Anggap saja tidak ada kesempatan lagi, sehingga kita tidak membiarkan momentum berharga yang disediakan Allah bagi kita yang dikasihi-Nya berlalu dengan sia-sia. Momentum ini bisa berupa pengajaran Firman Tuhan yang dapat menjadi kunci pembuka pengertian dalam pengalaman hidup untuk menemukan Tuhan. Tanpa kunci ini, pengalaman hidup yang mengandung pembentukan Tuhan untuk menyempurnakan diri kita menjadi tidak berdampak sama sekali.


Sesungguhnya momentum ini adalah anugerah bertahap yang harus diterima secara berkesinambungan, jadi tidak ada alasan yang dapat membenarkan kita untuk tidak setia mempelajari kebenaran Tuhan. Apa pun tidak boleh dipandang lebih berharga daripada perkara Tuhan dan Kerajaan-Nya.



Jangan biarkan momentum berupa pengajaran Firman Tuhan berlalu dengan sia-sia.



Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.