RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Mengasihi Dengan Landasan

Renungan Harian Virtue Notes, 22 Nopember 2011

Mengasihi Dengan Landasan



Bacaan: Roma 8: 28


8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.



Mungkin kita pernah berpikir, bagaimana kita bisa mengasihi Tuhan secara benar, seperti yang dikehendaki-Nya? Jawabnya adalah memiliki landasan dasar bangunan yang benar. Dasar di sini berarti alasan atau fondasi yang membuat bangunan cintanya kepada Tuhan kokoh, tidak goyah bahkan bertumbuh.


Kalau Yesus bisa mengasihi Bapa sedemikian hebat sebab Ia memiliki landasan yang benar, yaitu mengenal siapa yang dikasihi-Nya dan mengembangkan terus naluri cinta-Nya kepada Bapa. Seorang tua mengasihi anaknya karena memiliki landasan, yaitu mereka adalah anak-anaknya. Seorang anak mencintai orang tuanya karena memiliki landasan, yaitu ia tahu orang tuanya menunjukkan kasih dan pemeliharaan kepada anak. Demikian pula sesesorang mengasihi sahabatnya memiliki landasan, yaitu persahabatan yang dibangun dari waktu ke waktu. Tidak mungkin seseorang bisa mengasihi orang lain secara mendadak, tanpa alasan dan tanpa melalui proses perjalanan waktu.


Memang mudah untuk mengasihi dan mencintai manusia lain, sebab mereka kelihatan, dan dibalik itu ada hasilnya atau efeknya kembali kepada kita, yaitu reaksi mereka kepada kita. Tetapi mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan, kadang-kadang seperti sia-sia, sebab respons dari-Nya seakan-akan tidak ada. Ini membuat banyak orang tidak mau melangkah sungguh-sungguh untuk mengasihi Tuhan. Mereka berpikir bahwa orang yang mengasihi Tuhan dan yang tidak mengasihi Tuhan nasibnya sama saja. Tidak ada bedanya, buktinya tidak ada efek yang tampak dari tindakan mengasihi Tuhan; mereka tidak menjadi kaya, tidak menjadi sembuh.


Cara Tuhan bertindak tidaklah demikian. Kalau kita melihat peristiwa-peristiwa kehidupan yang kita alami menggarap kita, itu buktinya bahwa Ia mengasihi kita. Kita yakin bahwa dalam hajaran-hajaran-Nya, Ia mendidik kita agar mengambil bagian dalam kekudusan-Nya. Dengan demikian menjadi anak-anak yang dikasihi Tuhan kita mengalami proses yang unik, sulit dimengerti bahkan sampai menyakitkan; tetapi itu adalah bagian dari kasih yang Bapa berikan agar kita menjadi sempurna. Semua proses itu mempersiapkan kita menjadi mempelai Kristus.


Jadi apa landasan kita mengasihi Tuhan? Karena Ia sudah mengasihi kita lebih dahulu. Ia menyatakan cinta-Nya dengan memberikan Anak-Nya yang tunggal kepada kita untuk menebus kita supaya kita tidak binasa. Kalau kita percaya tentang hal ini, pasti kita akan melihat bahwa dalam segala pengalaman kita, kasih-Nya nyata atas kita.



Tuhan sudah mengasihi kita lebih dahulu, ini landasan mengapa kita mengasihi Dia.



Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.