RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Kepastian

Renungan Harian Virtue Notes, 11 Juni 2011

Kepastian



Bacaan: Lukas 12: 15-21


12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."

12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.

12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.

12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.

12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!

12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?

12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."



Salah satu alasan yang membuat orang menunda untuk segera membenahi diri agar siap menghadap Sang Hakim Agung adalah menganggap bahwa mereka belum akan segera sampai kepada batas kehidupan. Ia membiasakan dirinya berpikir demikian, sampai saat menjelang kematiannya pun ia tidak serius menerima kenyataan bahwa ia akan segera meninggalkan segala sesuatu. Ia telah terjebak.


Orang kaya dalam perumpamaan yang diceritakan oleh Tuhan Yesus merupakan gambaran dari manusia yang tidak berpikir dirinya bisa atau akan mati. Orang-orang seperti ini berpikir waktunya masih lama; masih ada waktu untuk bertobat dan memperbaiki diri. Harapan terakhirnya adalah, “Mudah-mudahan diterima di sisi Tuhan”. Inilah yang namanya “manusia mudah-mudahan”. Kebiasaan manusia dengan sikap mudah-mudahan ini sudah menular dalam kehidupan banyak orang, termasuk kehidupan orang Kristen.


Cara berpikir manusia memang aneh. Untuk kebutuhan hidup jasmani seperti makan minum, fasilitas—rumah, mobil, tabungan—dan lain sebagainya, orang menghendaki suatu kepastian. Itulah sebabnya ada jasa asuransi, yang berbicara mengenai kepastian jalan keluar kalau ada masalah atas kesehatan, mobil dan rumahnya. Orang melakukan segala cara untuk memiliki kepastian atas pemenuhan kebutuhan jasmani, tetapi untuk rumah abadinya orang berani bersikap spekulatif, untung-untungan atau mudah-mudahan.


Bukankah Tuhan Yesus memperingatkan agar kita tidak takut kepada apa yang dapat membunuh tubuh tetapi yang tidak berkuasa membuang jiwa ke api kekal (Mat. 10:28)? Banyak orang sudah mendengar ayat ini tetapi menganggapnya sepi. Tidak hanya yang sekarang sehat, kuat dan berduit; ternyata orang-orang yang sakit dan tidak berduit juga abai terhadap peringatan tersebut. Rata-rata orang lebih memikirkan hidupnya hari ini, bukan hidupnya di dunia yang akan datang.


Kita harus memiliki kepastian yang benar atas kehidupan kekal kita di dunia yang akan datang. Banyak orang sudah puas atas kepastian semu, seolah-olah setelah menjadi Kristen dengan menyebut Yesus sebagai Tuhan, maka urusan dosadosanya yang lampau dan akan datang sudah selesai. Ia sudah pasti diterima Tuhan, sekalipun hidupnya tidak ada bedanya dengan orang dunia. Itu tidak benar. Jika kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, kita harus menuruti Firman-Nya dan hidup seperti Kristus hidup (1Yoh. 2:4–6). Hanya dengan cara itulah kita memperoleh kepastian bahwa kita memiliki rumah kekal di langit dan bumi baru.



Kepastian hidup di dunia yang akan datang jauh lebih penting daripada kepastian hidup di dunia ini.



Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.