RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Belenggu Mamon

Renungan Harian Virtue Notes, 10 Juni 2011

Belenggu Mamon



Bacaan: Lukas 16: 9-11


16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."

16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?



Semua gemerlap keindahan dunia ternyata menipu. Harta benda dan uang di dunia ini tidak bisa menyelamatkan. Itulah sebabnya kekayaan dikatakan sebagai “Mamon yang tidak jujur”, tidak bisa dipercayai. Ironisnya hari ini hampir semua manusia menaruh percaya dan pengharapan sepenuhnya kepada kekuatan materi atau kekayaan.


Orang yang bijaksana akan menggunakan semua yang dipercayakan Tuhan kepadanya untuk melayani Tuhan. Jika tidak, maka kekayaan dunia ini akan membuat karakter dan wataknya menjadi rusak. Kekayaan yang seharusnya menjadi alat untuk bersahabat dengan Tuhan (ay. 9) justru menjadi tuan yang membelenggu.


Banyak orang terbelenggu oleh dunia ini, tetapi tidak menyadari bahwa dirinya terbelenggu. Di balik semua ini ada oknum jahat yang berhasrat untuk menggiring manusia ke dalam kegelapan abadi, dan tahukah Anda siapa dia? Iblis! Malangnya, orang-orang yang sedang digiring Iblis ini tidak menyadari sama sekali keadaannya yang sangat mengerikan itu. Mereka merasa memiliki sebuah kehidupan yang normal, baik di mata manusia maupun normal di mata Tuhan; padahal Tuhan memiliki ukuran yang sangat berbeda dengan dunia ini.


Orang-orang yang tidak mau sadar bahwa dirinya adalah tawanan Mamon akan tetap tertawan sampai nafasnya yang terakhir. Betapa mengerikan, kalau suatu hari nanti ia berhadapan dengan Tuhan dalam pengadilan-Nya. Mungkin ia selama ini menganggap dirinya sudah hidup menurut pimpinan Tuhan; namun Tuhan tegas mengatakan bahwa ia tidak hidup menurut pimpinan-Nya, tetapi menurut pimpinan Mamon. Itulah akibatnya jika seseorang miskin dalam pengenalan akan kebenaran Tuhan.


Sebagai anak Tuhan yang mengenal kebenaran ini, kita tidak boleh takut melawan arus filosofi anak-anak dunia. Kita harus memiliki integritas yang kokoh untuk mempertahankan idealisme kehidupan Tuhan Yesus sebagai teladan. Kalau kita mau menyukakan manusia, kita bukan hamba Kristus (Gal. 1:10).


Di hari-hari hidup kita yang singkat ini, marilah kita terus mempelajari kebenaran Firman Tuhan yang murni dengan tekun, agar terhindar dari godaan Mamon dan juga dapat membebaskan saudara-saudari kita yang lain dari belenggu Mamon. Jadikan kebutuhan ini sebagai hal yang penting dan mendesak.



Mari gunakan kekayaan sebagai alat untuk bersahabat dengan Tuhan, bukan sebagai tuan yang membelenggu.



Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.