RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Berkejar-kejaran

Renungan Harian Virtue Notes, 12 Juni 2011

Berkejar-kejaran



Bacaan: Efesus 5: 15-17


5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,

5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.



Manusia hidup berkejar-kejaran dengan waktu dari pagi sampai malam seumur hidupnya, seolah-olah tidak akan ada lagi kesempatan untuk memperoleh yang diperebutkannya dengan orang lain. Kalau tidak sekarang, seakan-akan mereka akan kehilangan kesempatan meraih kesenangan hidup. Padahal semua yang diperjuangkan itu pada akhirnya akan ditinggalkan; sungguh suatu kesia-siaan. Tetapi orang-orang yang mata pengertiannya sudah menjadi buta dan nuraninya sudah menjadi gelap itu tidak menyadari kebodohan tersebut.


Perhatikan tingkah orang-orang yang membawa jenazah menuju kuburan. Mereka membawanya dengan tergopoh-gopoh. Semua kendaraan di jalan yang akan mereka lalui dipaksa berhenti memberi jalan, seakan-akan kalau mereka terlambat karena tidak terburu-buru, liang kuburnya sudah disikat orang lain. Padahal setelah tubuh jadi mayat, tidak ada kompetisi siapa yang paling cepat sampai di pemakaman untuk memperoleh liang kubur. Tidak ada yang perlu dikejar. Ironis sekali, selagi masih memiliki nafas, orang tidak berkejar-kejaran dengan waktu untuk mencari Tuhan, tetapi setelah tidak memiliki nafas, baru diajak berkejar-kejaran dengan waktu.


Dalam kisah lain, ada seorang remaja yang gagal diterima di suatu perguruan tinggi, karena nilainya yang kurang bagus. Karena kesedihannya, setiap hari ia ada di dalam kamar dan tidak mau keluar. Apa yang dilakukannya? Ternyata ia terus-menerus belajar, sampai mengalami depresi dan sakit jiwa berat. Akhirnya ia menjadi pasien rumah sakit jiwa. Usahanya sia-sia. Mengapa tidak belajar dari jauh-jauh hari supaya diterima dalam ujian saringan masuk? Sekarang sudah terlambat, bahkan keadaannya yang sakit jiwa lebih buruk daripada sebelumnya.


Hal ini sama dengan kehidupan manusia pada umumnya. Sebaiknya kalau kita masih bernafas dan berkesempatan untuk membenahi diri kita, kita harus melakukannya. Kalau sudah mati, tidak ada lagi kesempatan untuk mengubah diri kita agar memperoleh perkenanan Tuhan. Itulah sebabnya Alkitab menasihati kita agar kita tidak ceroboh, tetapi menggunakan waktu yang ada dengan arif. Waktu adalah anugerah, tetapi kalau waktu itu disia-siakan, maka anugerah itu lenyap dan tidak pernah kembali lagi. Anugerah yang ditolak akan diganti dengan kutuk di kekekalan. Oleh sebab itu selagi anugerah itu masih tersedia, jangan mengabaikannya.



Benahi diri kita selama Tuhan masih memberikan waktu dan kesempatan.



Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.