RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Pengharapan Yang Menyucikan

Renungan Harian Virtue Notes, 3 Maret 2011

Pengharapan Yang Menyucikan



Bacaan: 1 Petrus 1: 13-16


1:13. Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.

1:14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,

1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,

1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.



Mengapa banyak orang yang menyebut dirinya Kristen tetapi tidak berniat untuk mencapai kesucian hidup di dalam Tuhan? Mengapa sekalipun Tuhan mengatakan bahwa itu tidak mustahil, tetapi sulit sekali bagi manusia untuk berusaha—apalagi benar-benar—hidup kudus?


Firman Tuhan tegas berkata, “Hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus” (ay. 15–16). Nasihat untuk memiliki kekudusan seperti kekudusan Allah sendiri diawali dengan nasihat agar orang percaya menaruh seluruh pengharapan atas kasih karunia yang akan dianugerahkan kepada orang percaya pada waktu kedatangan-Nya (ay. 13). Ini berarti tidak ada yang lebih kita nantikan dan harapkan daripada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Pada waktu itulah Tuhan akan mengaruniakan kemuliaan bersama dengan-Nya dalam Kerajaan Surga.


Rasul Yohanes juga menulis bahwa setiap orang yang menaruh pengharapannya atas kasih yang dikaruniakan pada waktu kedatangan Tuhan akan menyucikan dirinya (1Yoh. 3:1–3). Dengan demikian bila seseorang tidak mempunyai pengharapan akan kedatangan Yesus, ia tidak mungkin dapat sungguh-sungguh memiliki hasrat untuk hidup suci. Percuma nasihat diberikan kepada orang percaya untuk memiliki kehidupan yang sesuai dengan kehendak Tuhan, kalau tidak menaruh pengharapan itu di dalam hatinya.


Dunia hari ini telah membuat manusia dipenuhi oleh berbagai pengharapan, terutama pada kekayaan duniawi dan segala kesenangannya. Yang menjadi impian orang adalah uang banyak, rumah besar, mobil mewah, terhormat di mata orang lain, anak sukses dalam studi, jodoh yang sesuai dengan keinginannya dan lain sebagainya. Gairah untuk hidup dalam kesucian telah tersingkir oleh berbagai harapan dan cita-cita fana, semata-mata untuk menikmati hidup dunia hari ini.


Jadi, jawaban dari pertanyaan mengapa banyak orang tidak berniat untuk hidup suci adalah menaruh pengharapan yang salah. Orang yang menaruh pengharapan kepada dunia tidak akan memiliki kerinduan untuk hidup suci. Hanya orang yang menaruh pengharapan kepada Tuhan dan kasih yang akan dikaruniakan kepada orang percaya pada waktu kedatangan-Nyalah yang dapat berkerinduan untuk hidup suci. Di manakah kita menaruh pengharapan kita hari ini?



Pengharapan atas kasih karunia pada kedatangan Tuhan melahirkan kerinduan untuk hidup suci.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.