RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Langkah Kecil Namun Menentukan

Renungan Harian Virtue Notes, 19 Maret 2011

Langkah Kecil Namun Menentukan



Bacaan: Ibrani 12: 16-17


12:16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.

12:17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.



Banyak orang mempunyai pikiran yang salah, bahwa tekad sesaat seseorang sanggup merubah total kehidupan seseorang secara permanen. Itulah sebabnya banyak orang berpikir, bahwa ia tidak akan mengkhianati Tuhan. Kenyataannya, akhirnya ia meninggalkan Tuhan. Orang lain berpikir, suatu hari nanti akan menjadi orang Kristen yang sungguh-sungguh, kalau sekarang belum. Kenyataannya, sampai akhir hidupnya ia gagal menjadi orang Kristen yang sungguh-sungguh.


Tekad saja tidak cukup, sebab tekad sangat situasional. Perubahan hidup kita tidak bisa terjadi secara drastis, tetapi melalui tahapan-tahapan dan langkah-langkah yang perlu kita lalui.


Ada cerita tentang seorang gadis kecil yang bertanya kepada ayahnya, “Bisakah seseorang melewati seumur hidupnya tanpa berbuat dosa?”


Ayahnya menjawab sambil tersenyum, “Tak mungkin, nak.”


Si gadis bertanya lagi, “Bisakah seseorang hidup setahun tanpa berbuat dosa?”


Ayahnya menjawab, “Tak mungkin, nak.”


Pertanyaan si gadis terus berlangsung dari ukuran waktu yang semakin kecil: dari bulan, minggu hari, sampai jam.


Saat si gadis bertanya, “Bisakah seseorang hidup satu jam tanpa dosa?” ayahnya tertawa dan berkata, “Nah, kalau itu pasti bisa, nak.”


Kalau kita mempunyai tekad, gunakan tekad kita untuk menjaga hati kita jam demi jam, menit demi menit supaya tetap hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Dengan melakukannya, niscaya hidup ini lebih mudah dijalani. Ingat bahwa langkah-langkah kecil kita setiap menit dan jam menentukan nasib kekal kita.


Sekalipun ini bisa terdengar ironis, kenyataannya Alkitab juga menunjukkan bahwa nasib Esau, anak Ishak ditentukan oleh lima menit ketika ia menukar hak kesulungannya dengan semangkuk makanan. Kesalahannya itu hanya lima menit, tetapi ia tidak memperoleh kesempatan untuk memperbaikinya lagi. Bagaikan menabur angin, menuai puting beliung (Hos. 8:7).


Oleh sebab itu betapa berartinya menit demi menit hidup kita, sebab menentukan nasib kekal yang tiada batas. Jangan kita membiarkannya berlalu dengan sia-sia. Kita tidak boleh menunda untuk bertobat, mendengar Firman, berdoa dan mencari kebenaran Firman Tuhan terus setiap harinya; dan kita harus terus menjaga hati kita dari menit ke menit untuk selalu memperoleh perkenanan Tuhan.



Langkah-langkah kecil kita setiap menit dan jam menentukan nasib kekal kita.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.