RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Pakaian Pesta

Renungan Harian Virtue Notes, 11 Maret 2011

Pakaian Pesta



Bacaan: Matius 22: 11-13


22:11 Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.

22:12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.

22:13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.



Dalam perumpamaan Tuhan Yesus ini, Ia menggambarkan Allah sebagai seorang raja yang mengadakan pesta perkawinan untuk Anak-Nya. Ia mengundang tamu-tamu istimewa untuk menikmati jamuannya, tetapi yang diundang itu tidak mau datang. Kemudian raja memerintahkan untuk mengundang siapa saja yang bisa dijumpai, maka banyaklah tamu-tamu undangan dalam pestanya. Tetapi ketika raja itu menjumpai seorang yang tidak mengenakan pakaian pesta, ia menyuruh hamba-hamba-Nya menangkap tamu itu dan menghukumnya.


Apa arti perumpamaan ini? Allah memanggil orang-orang untuk menjadi manusia pilihan-Nya. Tetapi tamu-tamu istimewa yang dipanggil itu menolak panggilannya. Kemudian para tamu yang datang—yang menerima panggilan-Nya—ada yang datang dengan pakaian pesta yang pantas, tetapi ada yang tidak.


Orang yang tidak memakai pakaian pesta menunjuk kepada orang yang tidak serius menanggapi panggilan/undangan Tuhan untuk menjadi manusia pilihan-Nya. Dengan demikian, jelaslah bahwa untuk menjadi manusia pilihan, seseorang harus memenuhi persyaratan yang ditentukan Allah.


Memenuhi persyaratan itu sendiri bukanlah usaha manusia yang bisa menyelamatkan, seolah-olah suatu jasa yang dengannya manusia bisa dilayakkan menjadi manusia pilihan tanpa anugerah penebusan melalui darah Tuhan Yesus Kristus. Tetapi memenuhi persyaratan tersebut adalah respons yang merupakan penghargaan dan penerimaan terhadap anugerah yang Tuhan sediakan bagi manusia yang bersedia memberi diri untuk dicintai-Nya.


Pakaian pesta melambangkan kesucian hidup yang dikehendaki oleh Bapa. Pemahaman yang benar tentang Injil akan membawa kita kepada kesucian hidup sebagaimana yang dikehendaki oleh Bapa di Surga, yang melayakkan kita masuk ke dalam pesta perjamuan Anak Domba Allah. Berarti mengenakan pakaian pesta adalah berusaha mengerti dan melakukan Firman Tuhan untuk mencapai kesucian hidup.


Banyak orang disesatkan melalui pemberitaan nama Yesus beserta kuasa dan kebaikan-Nya, tanpa mengajarkan apa yang dikatakan oleh Injil-Nya. Ini tidak akan dapat membuat seseorang menjadi manusia pilihan, sebab mengenal nama Yesus saja tidak berkuasa mengubah hidup seseorang jika tanpa mengerti apa yang diajarkan-Nya. Ingat, undangan tidak otomatis membuat orang layak masuk pesta perjamuan, tetapi respons yang benar dengan mengenakan pakaian pestalah yang membuat seseorang layak masuk pesta tersebut.



Respons yang benar terhadap panggilan Tuhan adalah mengerti dan melakukan Firman Tuhan, untuk mencapai kesucian hidup.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.