RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Jangan Memanfaatkan Jemaat

Renungan Harian Virtue Notes, 31 Maret 2011

Jangan Memanfaatkan Jemaat



Bacaan: Matius 23: 13-19


23:13. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.

23:14 (Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.)

23:15 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.

23:16 Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.

23:17 Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu?

23:18 Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.

23:19 Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?



Pemahaman banyak orang tentang melayani Tuhan adalah aktif dalam kegiatan rohani di lingkungan gereja, yaitu dengan mengambil bagian dalam tugas tertentu. Sesungguhnya anggapan seperti ini justru membuat mereka tidak pernah melayani Tuhan secara benar, sebab yang terbangun adalah anggapan bahwa segala kegiatan di luar lingkungan gereja bukanlah pelayanan bagi Tuhan.


Manakala seseorang tidak mengerti apa yang dimaksud dengan melayani Tuhan, ia dalam masalah besar karena ia tidak pernah melayani Tuhan secara benar. Bagaimana bisa ia melayani Tuhan dengan benar, kalau ia tidak mengerti artinya? Buktinya, bila berbicara mengenai pelayanan, pikiran mereka selalu diasosiasikan pada kegiatan para rohaniwan yang bekerja sepenuh waktu di gereja atau para aktivis gereja dengan tugas kegerejaan tertentu. Pengertian yang salah mengenai melayani Tuhan ini memperbodoh banyak umat pilihan Allah.


Sejatinya yang dimaksud dengan melayani Tuhan adalah melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya. Tentu ini bukan hanya dalam melakukan kegiatan gereja, tetapi dalam kehidupan kita sehari-hari. Jangan sampai di gereja kita menjadi pelayan Tuhan, di luar gereja menjadi pelayan setan.


Konsep yang salah mengenai pelayanan membuka kemungkinan bagi beberapa pemimpin jemaat untuk memanfaatkan jemaatnya demi kepentingan pribadi dan lembaganya, dengan dalih pelayanan. Dengan mengungkapkan “visi” dan “nubuat” yang mereka nyatakan dari Tuhan, mereka mengadakan banyak kegiatan yang menguras potensi jemaat tanpa mengarahkannya kepada Kekristenan yang sejati. Mereka berhasil membuat jemaat menjadi fanatik terhadap nama gereja atau organisasi, dengan loyalitas hampir tanpa batas kepada pemimpinnya. Kalau pimpinan yang diidolakan atau bahkan didewakan ternyata tidak mengajarkan kebenaran, maka akan terjadi penyesatan yang sangat sistematis dan kuat.


Di kalangan jemaat, dampaknya adalah mereka tidak merasa perlu melayani Tuhan. Mereka berpikir bahwa pelayanan adalah dominasi gereja terhadap individu-individu. Akhirnya mereka bersikap pasif terhadap Tuhan; tanpa sadar, menjauhi-Nya. Keengganan melayani Tuhan juga disebabkan oleh fakta adanya manipulasi-manipulasi yang semakin membutakan mata pengertian banyak orang untuk hidup bagi Pencipta-nya secara benar. Praktik “rohaniwan busuk” seperti inilah yang dilakukan oleh para ahli Taurat dan orang Farisi di zaman Yesus. Waspadalah terhadap mereka, dan teguhlah berprinsip melayani Tuhan dalam segala kegiatan.



Melayani Tuhan adalah melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya, tidak hanya dalam kegiatan gereja, tetapi juga dalam kehidupan kita sehari-hari.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.