RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Pesona Kerajaan Surga

Renungan Harian Virtue Notes, 29 Juni 2010
Pesona Kerajaan Surga

Bacaan : 1 Petrus 3 : 13–22


3:13 Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik?
3:14 Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.
3:15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,
3:16. dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.
3:17 Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.
3:18. Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,
3:19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,
3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,
3:22 yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.


Bagaimana seorang Kristen dapat memberi penjelasan dengan kata-kata mengenai keselamatan dalam Yesus Kristus, kalau orang sudah tidak menaruh percaya kepadanya? Rasul Petrus memberi nasihat bahwa sebagai orang percaya, kita harus dapat dipercayai.

Dengan menjadi dapat dipercayai, kehidupan kita harus menampilkan pesona Kerajaan Surga sedemikian rupa, sehingga orang lain akan bertanya, “Apa yang ada padamu sehingga kamu bersikap demikian?” Pesona ini bagaikan umpan yang digunakan nelayan untuk menarik ikan menghampirinya. Setelah orang tertarik, kita dapat memberitakan Injil Kerajaan Surga dan menjelaskan iman kita (ay. 15).

Sepandai-pandainya seseorang mengenakan topeng, pada akhirnya akan terbongkar apakah kita adalah orang yang memiliki integritas dan ketulusan sebagai orang yang dapat dipercaya atau tidak. Tidak usah muluk-muluk berbicara untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa di dunia, kepada orang yang kita jumpai dalam kehidupan kita setiap hari saja, apakah kita sudah dapat menjadi berkat?

Menampilkan pesona Kerajaan Surga sebagai panggilan kita menggarami dunia dimulai ketika seseorang menjadi berkat bagi orang lain di sekelilingnya. Kalau sebagai orang Kristen kita dapat menampilkan kehidupan yang dapat dipercaya, semakin banyaklah jiwa-jiwa yang tergiring masuk ke dalam Kerajaan Surga akibat melihat pesona tersebut. Penggaraman ini terjadi di banyak rumah tangga, sekolah, kampus, toko, pasar, kantor, pabrik, gedung parlemen dan di segala tempat di mana orang percaya berada. Di sanalah orang percaya menampilkan diri sebagai pribadi yang dapat dipercaya.

Orang percaya memang harus membawa keteduhan, ketenangan dan kesejahteraan bagi orang lain, bukan teror dan kejahatan yang merenggut kebahagiaan sesama. TUHAN sangat merindukan agar diri-NYA dapat ditampilkan oleh anak-anak-NYA di gelanggang kehidupan di dunia ini, sehingga TUHAN pun bangga tentang kita. Seperti dengan bangga IA berkata kepada iblis mengenai Ayub, “Apakah engkau memperhatikan hamba-KU Ayub?” (Ayb. 1:8). Dalam perkataan-NYA tersebut, tampak bahwa TUHAN dapat membanggakan orang-orang yang mengasihi-NYA dan hidup sesuai dengan kehendak-NYA. TUHAN merindukan anak-anak-NYA menampilkan pesona agung-NYA, bersikap agung seperti diri-NYA. Dalam keagungannya tersebut anak-anak TUHAN dapat dipercayai oleh TUHAN sendiri dan sesamanya.

Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.