RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Keselamatan Ditinjau Dari Masa Lalu

Renungan Harian Virtue Notes, 7 Juni 2010

Keselamatan Ditinjau Dari Masa Lalu


Bacaan : Ibrani 2 : 1–4; Yohanes 6 : 24–27

Ibrani 2 : 1-4

2:1. Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.

2:2 Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal,

2:3 bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan

2:4 Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.

Yohanes 6 : 24–27

6:24 Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.

6:25 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"

6:26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."


Ketika seseorang merumuskan keselamatan secara salah, maka Kekristennya pun juga salah. Kekristenannya menjadi tidak berkualitas. Bagaimanapun keselamatan harus dipahamai secara tepat dan cerdas, karena ini adalah pokok pengajaran yang sangat penting. Keselamatan dapat ditinjau dari tiga dimensi. Pertama, keselamatan ditinjau dari sudut pandang masa lalu. Keselamatan yang ditinjau dari masa lalu adalah memandang karya atau pekerjaan keselamatan yang telah dikerjakan oleh TUHAN Yesus dua ribu tahun yang lalu telah selesai dan sangat sempurna. Sudah final. TUHAN Yesus telah menyelesaikan tugas penyelamatan itu, sehingga tidak perlu lagi usaha-usaha untuk melengkapi karya TUHAN Yesus yang sudah sempurna.

Memandang keselamatan yang ditinjau dari masa lalu juga memperkarakan visi utama kedatangan TUHAN. Visi utama kedatangan TUHAN Yesus adalah keselamatan manusia, dan hakekat keselamatan adalah mengembalikan manusia pada rancangan-NYA. Masalah dosa bukanlah sekadar masalah kesehatan, kemiskinan, rumah tangga dan hal-hal sementara di bumi ini. Dosa menyangkut masalah terputusnya hubungan antara ALLAH dan manusia, karakter yang rusak dan hidup dibawah ancaman maut kekal di api neraka. Visi utama kedatangan TUHAN Yesus adalah untuk hal ini. Adapun masalah-masalah lain, harus dianggap sebagai masalah minor. Jangan mencari TUHAN karena roti, tetapi harus melihat tanda atau petunjuk arah, hendak dibawa kemana kita oleh TUHAN dengan keselamatan-Nya (Yoh. 6:24-27).

Kenyataan yang kita jumpai hari ini, ada banyak Injil palsu yang diberitakan, sebagai akibatnya kebenaran Injil tidak sepenuhnya didapat oleh pendengarnya. Tanpa pemberitaan Firman TUHAN yang orisinal, jemaat TUHAN tidak mengerti apa keselamatan itu dan proses hidup didalam keselamatan tersebut. Banyak orang Kristen tidak mengerti visi utama kedatangan TUHAN Yesus. Mereka mengubah Yesus sebagai Juruselamat duniawi. Keselamatan dalam Yesus hanyalah untuk menyelesaikan masalah pemenuhan kebutuhan jasmani. Pada dasarnya mereka seperti orang-orang Yahudi yang mencari TUHAN karena roti. Kebodohan orang-orang Yahudi itu berbuntut pada penyaliban kepada Sang Kristus. Sebagian mereka sampai pada taraf menghujat Roh Kudus. Tidak ada kesempatan lagi untuk diperbaiki.

Kita harus tahu apa Injil yang benar itu. Berdasarkan pengertian Injil yang benar, kita dapat membangun iman yang benar kepada TUHAN Yesus Kristus. Bila kita tidak mengerti visi utama kedatangan TUHAN Yesus, kita tidak akan membangun iman yang benar.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.