RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Belajar Dari Kesulitan Ekonomi

Renungan Harian Virtue Notes, 17 Juni 2010
Belajar Dari Kesulitan Ekonomi

Bacaan : Amsal 10 : 2–5


10:2. Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.
10:3 TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.
10:4. Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.
10:5. Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu.


Ketika seseorang mengalami kesulitan ekonomi, kita harus melihatnya dari berbagai penyebab. Penyebab-penyebabnya bisa berbagai hal. Mungkin saja ia tidak bersekolah atau tidak belajar rajin, sehingga tidak memiliki keahlian yang dibutuhkan masyarakat. Mungkin ia berkarakter buruk, sehingga tidak bisa diterima orang lain. Karakter buruk tersebut antara lain malas bekerja sehingga tidak produktif, tidak jujur, temperamental atau suka marah sehingga sering konflik atau berkelahi dengan orang lain, tidak setia, suka berkhianat, tidak mau mengalah, egois, suka memanfaatkan orang lain, sakit-sakitan karena tidak menjaga kesehatan, dan lain sebagainya. Kemiskinan juga disebabkan oleh karena pola belanja yang tidak terkontrol, tidak hemat, suka pamer, suka berjudi, dan lain sebagainya.

Kalau orang semacam itu jatuh miskin atau mengalami kesulitan keuangan, hendaknya jangan mudah kita membantu mereka atau mendoakan mereka untuk diberkati TUHAN. Sebab percuma membantu orang yang tidak akan bisa menghargai berkat TUHAN, dan percuma mendoakan orang yang tidak pantas diberkati. Mereka harus diberi pengertian bagaimana hidup bertanggung jawab dan bisa dipercayai TUHAN dalam mengelola milik-NYA. Ketika mendoakan mereka, bunyi doa kita harus benar : Bukan bagaimana TUHAN membuka jalan untuk masalah keuangannya, tetapi bagaimana TUHAN menuntunnya untuk mengerti kehendak-NYA.

Bagi orang yang baru mengenal Kristus, atau orang yang belum mengerti kebenaran, memang terkadang TUHAN menyatakan kemuliaan-NYA dengan memberi pertolongan sembari mengabaikan kesalahannya. Hal itu dimaksudkan-NYA agar orang tersebut mengenal TUHAN dan bertobat supaya digiring menuju keselamatan dalam Kristus. Tetapi bagi orang Kristen yang mestinya sudah memahami tanggung jawab, TUHAN tidak mudah memberi pertolongan seperti yang dikehendaki. Keadaan sulit yang dialami akibat kesalahannya tersebut sering sengaja dibiarkan-NYA berlarut-larut agar ia belajar dari kesalahannya, agar ia tidak ceroboh dalam hidup.

Maka jika kita menasihati orang-orang yang mengalami hal itu, janganlah menyuruh mereka berdoa, berpuasa, doa semalam suntuk atau pergi ke bukit doa untuk menyepi atau retreat. Lebih parah lagi jika kita menuduh mereka dihukum TUHAN akibat tidak memberi persepuluhan. Itu semua nasihat yang salah. Nasihat yang benar adalah membangkitkan motivasi orang tersebut untuk merebut kembali hidupnya dengan menemukan tujuan hidup yang benar yaitu : TUHAN dan Kerajaan-NYA saja, dan melakukan apa yang menjadi bagiannya yaitu : Mengoptimalkan potensi yang ada dan bekerja keras.

Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.