RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Keselamatan Ditinjau Dari Masa Sekarang

Renungan Harian Virtue Notes, 8 Juni 2010
Keselamatan Ditinjau Dari Masa Sekarang

Bacaan : Filipi 2 : 5–12



2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2:8
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.


2:9
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,


2:10
supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,


2:11
dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!


2:12.
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,



Sudut
pandang kedua mengenai keselamatan ialah keselamatan ditinjau dari masa sekarang. Keselamatan yang ditinjau dari masa sekarang adalah pergumulan meresponi keselamatan yang TUHAN tawarkan. Inilah pergumulan untuk menjalankan hidup baru yang TUHAN berikan kepada seseorang: mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar (ay. 12). Mengerjakan keselamatan adalah berlajar bertumbuh mengenakan pikiran dan perasaan Kristus (ay. 5-7). Di sini jelaslah bahwa keselamatan adalah usaha ALLAH mengembalikan manusia kepada rancangan-NYA.


Keselamatan harus dikerjakan, supaya menjadi milik yang pasti (Ibr. 6:9–11). Menjadi milik yang pasti, atau memiliki hak penuh masuk Kerajaan Surga, artinya kalau seseorang menyambut keselamatan dengan sikap yang benar maka ia sampai pada taraf tidak mungkin binasa. Di sini barulah kita dapat mengatakan “Sekali selamat, tetap selamat”. Jadi, mengaku percaya kepada Yesus sebagai TUHAN dan Juruselamat barulah awal dari perjalanan panjang bergumul mengerjakan keselamatan. Maka sekadar mengatakan percaya kepada TUHAN Yesus belum dapat dikatakan beriman. Iman bukan hanya sebuah perkataan, bukan sekadar persetujuan pikiran atau pengaminan akali, melainkan tindakan.

Dalam Ef. 2:8, Alkitab berkata, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman.” Iman dan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib adalah kasih karunia atau anugerah yang diberikan ALLAH. Kita tidak perlu melakukan apa-apa kecuali percaya dan menerima. Ini adalah bagian ALLAH. Menjadi bagian kita adalah mengekspresikan iman kita kepada ALLAH melalui kehidupan kita setiap hari sampai pada akhirnya nanti. Iman adalah cara menyambut keselamatan itu. Iman dinyatakan melalui penurutan terhadap kehendak ALLAH.

Alkitab mengatakan, orang-orang yang menerima TUHAN disahkan menjadi anak-anak ALLAH (Yoh. 1:12). Menerima di sini bukan sekadar perkataan, melainkan tindakan iman yang nyata dalam kehidupan, yaitu menuruti kehendak ALLAH.

Kita disebut beriman bukan karena perkataan di mulut, tetapi karena tindakan kita dan keseriusan kita bergumul mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar.

Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.