RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Mengenal Hakikat-NYA

Renungan Harian Virtue Notes, 13 Juni 2010
Mengenal Hakikat-NYA

Bacaan : Amsal 19 : 21; Lukas 1 : 51–53


Amsal 19 : 21
19:21. Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.

Lukas 1 : 51–53
1:51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
1:52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
1:53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;


TUHAN mengetahui keseluruhan hidup kita. Dari awal sampai akhirnya. Sebagai manusia kita diberi tanggung jawab untuk memilih langkah kehidupan kita selama di dunia ini. Dan sebagai anak TUHAN kita harus mengarahkan kehendak bebas kita untuk melakukan kehendak TUHAN. Sehingga dalam konteks perjalanan hidup seorang anak TUHAN, kita diberi tanggung jawab untuk menentukan setiap langkah kehidupan guna melakukan kehendak TUHAN. Mengapa demikian? Karena kita adalah milik TUHAN (1 Korintus 6 : 20). Dan kehendak TUHAN itu seperti apa? Apa yang baik, yang berkenan kepada ALLAH, dan yang sempurna (Roma 12 : 2).

Memang ada ayat yang menunjukkan bahwa Tuhan menentukan segala sesuatu. Contohnya dalam Ams. 19:21, “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHAN lah yang terlaksana.” Ayat ini sebaiknya tidak dipahami salah, seolah-olah TUHAN dengan kedaulatan-NYA yang absolut dan tanpa aturan, sekali lagi tanpa aturan, memutuskan segala sesuatu tanpa mempertimbangkan isi hati manusia. Tentu kalau isi hati seseorang sesuai dengan kehendak dan rencana TUHAN, TUHAN akan melaksanakan keputusan-NYA sesuai dengan rancangan manusia itu. Sebaliknya, ada juga rancangan orang jahat yang terpenuhi, sebab memang ia berhasrat melakukannya. TUHAN memutuskan untuk tidak mencegahnya, sebab orang itu memilih jalan menuju kebinasaannya sendiri. Betapa penuh misterinya kehidupan ini.

Demikian pula dalam Luk. 1:52 tertulis bahwa TUHAN menurunkan seseorang dari tahtanya dan mengangkat orang yang rendah. Jangan menganggap hal ini dilakukan TUHAN secara serampangan tanpa alasan. TUHAN pasti bertindak dalam kebijaksanaan yang sempurna, yang seringkali tidak dimengerti manusia. Karena TUHAN memiliki hakikat, maka wajib agar manusia belajar untuk mengenal hakikat-NYA. Walaupun manusia tidak akan dapat mengenal TUHAN secara sempurna, tetapi pengenalan dapat diperoleh manusia dari Alkitab dan ini sudah cukup menjadi bekal untuk menjalani hidup ini dalam berurusan dengan TUHAN. Maka sesuai dengan hakikat-NYA, TUHAN menentukan seseorang naik atau turun, kaya atau miskin tidak mungkin terlepas dari kehendak bebas dan tanggung jawab orang itu sendiri.

Dengan mengakui hal ini, bukan berarti kita merendahkan TUHAN, tetapi justru kita menghargai TUHAN atas apa yang telah ditentukan-NYA. Bahwa kehendak bebas untuk memilih keadaan manusia itulah yang ditentukan oleh-NYA. Seolah-olah Tuhan berkata, ”Tentukan langkah kehidupanmu dari kehendak bebas yang KU-berikan”. Kenyataan ini seharusnya menggetarkan kita. Kebenaran ini hendaknya menggerakkan diri kita untuk mengelola kehendak bebas kita dengan bijaksana dan sungguh-sungguh berdasarkan kehendak ALLAH.

Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.