RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Murid Yesus

Renungan Harian Virtue Notes, 3 Juni 2010

Murid Yesus

Bacaan : Yohanes 1 : 35-51

1:35 Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.

1:36 Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"

1:37. Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.

1:38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"

1:39 Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.

1:40 Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.

1:41 Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)."

1:42 Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

1:43. Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"

1:44 Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus.

1:45 Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."

1:46 Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"

1:47 Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"

1:48 Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."

1:49 Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel !"

1:50 Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."

1:51 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."


Ada catatan penting yang mungkin terlewat saat kita membaca yang dikisahkan Alkitab mengenai murid-murid Yesus yang pertama. Pertama, mungkin kita mengira bahwa beberapa nelayan seperti Petrus dan Andreas bertemu Yesus secara kebetulan, lalu dengan rela mereka meninggalkan jalanya begitu saja, dan mengikut Yesus. Tetapi dalam ayat-ayat yang kita baca ini, jelas bahwa Andreas telah terlebih dahulu menjadi murid Yohanes Pembaptis, jadi ia telah belajar untuk taat belajar sebagai murid. Ketika Yohanes mengatakan di ay. 36, “Lihatlah Anak Domba Allah!” Andreas terdorong mengikut Yesus , sebab Andreas sudah terbiasa mempelajari Firman dan sudah belajar mengenai Mesias yang dinantikan itu dari kesaksian-kesaksian Yohanes. Jadi Andreas tidak mendadak menjadi murid Yesus, tetapi ia sudah melalui proses yang panjang ingin bertemu Mesias.

Hal kedua kita dapati dari Filipus dan Natanael yang juga dipilih Yesus menjadi murid-NYA. Dalam dialog Filipus dengan Natanael di ayat 45, ternyata Filipus selama ini juga mencari Mesias. Filipus mengerti kitab Taurat dan informasi dari para nabi. Lagi-lagi Alkitab mengajar kita bahwa keputusan mengikut Yesus bukan fenomena mandadak, namun ternyata dilandasi oleh sebuah pengertian bahwa Yesus ialah Sang Mesias, jalan kehidupan dan keselamatan. Pengertian ini dibangun dari pengenalan akan TUHAN melalui proses panjang mempelajari Kitab Suci.

Apabila kita berpikir bahwa mengikut Yesus itu mudah, itu benar, dalam arti bahwa kita tinggal memutuskan untuk taat dan mengikut DIA. Namun marilah secara dewasa kita melangkah untuk tidak hanya berkata di bibir, tetapi dengan tekad di hati untuk membayar harganya. Andreas memberi contoh bahwa ia sudah bertekad menjadi murid sebelumnya, sehingga ketika Sang Mesias tampil, ia langsung bersedia mengikutNYA.

Filipus dan Natanael sudah mencari Mesias sekian lama, sehingga secepatnya mereka berdua menyambar tawaran untuk mengikut Yesus. Jadi keputusan menjadi murid Yesus membutuhkan fondasi, komitmen dan proses yang kuat untuk mencari jalan kehidupan, tidak serta-merta oleh fenomena jiwa semata. Filipus dan Natanael tidak mencari jalan untuk menyelesaikan masalah kehidupan jasmani mereka.

Jika kita mengikut Yesus karena kita mencari penyelesaian masalah-masalah ekonomi, pekerjaan, keluarga, jodoh dan sebagainya, marilah bertobat sekali lagi. Sebab seperti para murid Yesus yang pertama, seharusnya motivasi kita ingin memperoleh Jalan Keselamatan, walaupun itu berarti mempertaruhkan segalanya.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.