RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Roh Yang Kekal

Rabu, 14 April 2010

Bacaan : Ibrani 12 : 9; Matius 16 : 26

"BAPA segala roh" mengisyaratkan bahwa BAPA adalah asal segala roh. Jadi semua roh yang ada dalam kehidupan ini, baik di bumi maupun di Kerajaan BAPA di Surga berasal dari BAPA. Malaikat-malaikat pun memiliki roh yang berasal dari BAPA. Bahkan termasuk iblis atau lucifer, yang semula adalah makhluk surgawi untuk melayani BAPA. Jika demikian, betapa dahsyat keadaan manusia ini. Inilah yang memberi nilai atas manusia, bukan pada fisiknya. Roh inilah yang membuat manusia memiliki unsur kekekalan, sebab roh tidak bisa mati atau lenyap. Memang TUHAN tidak bermaksud melenyapkan roh. Itulah sebabnya terdapat Surga kekal atau neraka kekal.

Nafas hidup yang dihembuskan TUHAN ke dalam hidung manusia membentuk unsur kekekalan dalam diri manusia. Kekal artinya ada selama-lamanya, tak berzaman, tidak terpengaruh limitasi waktu. Sebagai makhluk yang memiliki roh, yang memiliki masa depan yang kekal, kebahagiaan manusia semestinya tidaklah ditentukan oleh hal-hal yang bersifat temporal (sementara atau fana). Itulah sebabnya TUHAN Yesus berkata, "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?" (Matius 16 : 26). Kata "nyawa" di sini sebetulnya menggunakan kata "psukhe" yang artinya "jiwa". Seperti telah dijelaskan kemarin, jiwa menunjuk kesadaran. Kematian tidak membuat manusia kehilangan kesadaran. Sebetulnya kata "kehilangan" aslinya ditulis "zemioo" yang artinya "rusak", "menderita rugi", atau "terbuang", bukan "kehilangan". Jadi, setelah mengalami kematian secara jasmani, manusia tetap memiliki kesadaran kekal. Maka risiko yang dihadapi manusia sangat tinggi : Surga kekal atau neraka kekal.

Surga adalah negeri di mana terang TUHAN bercahaya sepanjang masa (Wahyu 22 : 5). Neraka adalah tempat di mana ada penghukuman kekal (Matius 25 : 46). Baik Surga maupun neraka adalah tempat dan suasana yang kekal. Realitas yang sangat dahsyat ini hendaknya tidak kita anggap sebagai ancaman, tetapi peringatan keras agar kita mau bersama dengan TUHAN selamanya, dan terhindar dari tempat terkutuk, lautan api itu. Memang akibat dosa, manusia pasti binasa, dalam bayang-bayang maut neraka kekal. Tetapi syukurlah, karena anugerah keselamatan dalam Yesus Kristus memungkinkan kita memiliki hidup yang penuh pengharapan di Surga. Tinggal kita mengambil keputusan, maukah dengan iman kita bertindak untuk meraih anugerah keselamatan itu, atau tidak.

Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.