RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Menyelenggarakan Kehidupan

Selasa, 6 April 2010

Bacaan : 1 Petrus 1 : 13-25

Rasul Petrus mengajar kita untuk memahami bahwa tidak semua cara hidup kita yang kita anggap halal dan tidak berdosa adalah sesuatu yang juga benar di mata TUHAN. Membicarakan hal ini sudah melewati hal-hal pelanggaran moral yang selama ini kita kenal sebagai dosa, walaupun tidak tepat demikian. Namun justru kita harus mencurigai diri kita ketika masuk dalam suatu fase aman dan mungkin nyaman, bahwa kita tidak melakukan pelanggaran moral, namun masih dalam pola pikir untuk menyelenggarakan kehidupan yang aman, tenteram dan damai di dunia.

Sekedar contoh, fenomena mudik saat Lebaran. Motivasi yang melatarbelakangi para pemudik sebagian besar karena ingin merayakan Lebaran di kampung halaman, sembari berbagi rejeki dan menunjukkan kepada orang tua, serta warga di kampung akan keberhasilan kita selama bekerja di rantau.

Kita tidak sedang menghakimi fenomena ini salah atau benar. Namun jika kita tahu bahwa TUHAN akan menghakimi kita menurut perbuatan kita, mengapa kita masih bersikeras untuk meyakini bahwa hidup layak, terhormat, kaya, berpangkat, cukup secara materi, bahagia sampai tua dan semua parameter indah ini yang menjadi standar hidup kita? Itu sesuatu parameter yang salah, yang sudah ditebus TUHAN oleh kematian-NYA di kayu salib dan TUHAN meminta kita untuk mengarahkan harapan dan iman hanya kepada-NYA. Petrus menyebut bahwa pola pikir kenyamanan lahiriah adalah cara hidup yang sia-sia warisan dari nenek moyang. Pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan mencari TUHAN. Namun mencari TUHAN untuk apa? Perlindungan? Keamanan? Atau kenyamanan? Sebab seharusnya kita mencari TUHAN dan berusaha untuk dimiliki oleh TUHAN, sebab memang kita sudah tidak berhak memiliki hidup kita sendiri.

Hidup ini harus hanya menjadi laboratorium TUHAN untuk mendidik kita menjadi warga Kerajaan Surga yang sejati, bukan hidup hanya untuk hari ini. Iman dan pengharapan kita hanya pada kehidupan yang akan datang, bukan hidup yang sementara ini. Itulah hakikat menjadi bangsawan surgawi.

Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.