RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Kepada Siapa Kita Mengabdi

Minggu, 11 April 2010

Bacaan : Yosua 24 : 14-21

Hari ini hidup kita dihadapkan dengan banyak pilihan. Coba tengok ke pasar swalayan, dan kita akan melihat betapa banyaknya merek, dan jenis mie instant, sabun, susu, dsb nya. Dalam hidup ini kita juga sering harus menentukan pilihan yang penting, seperti jodoh maupun pekerjaan.

Alkitab juga menceritakan para tokoh Alkitab dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang penting, dan salah memilih bisa berakibat fatal. Sebagai contoh, Adam dan Hawa memilih untuk mendengarkan dan memercayai perkataan ular, dan akibatnya mereka jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3 : 6-7). Yudas Iskariot memilih untuk menyerahkan TUHAN Yesus kepada orang-orang Yahudi yang memusuhi-NYA (Matius 26 : 14-15), dan Yudas pun kehilangan keselamatannya (Matius 27 : 4-5).

Kita semua dihadapkan pada pilihan yang terpenting, yaitu memilih pada siapa kita mengabdi. Kata "ibadah" yang digunakan dalam Yosua 24 : 15 adalah 'abad yang bermakna, "mengabdi", "menjadi hamba", "bekerja bagi...". Tantangan kepada bangsa Israel ini diberikan oleh Yosua, yang sangat mengerti apa artinya mengabdi. Ia memulai kiprahnya sebagai abdi Musa (Keluaran 24 : 13) dan setelah Musa meninggal, barulah ia menggantikan Musa sebagai pemimpin bangsa Israel. Bahkan sebagai pemimpin Israel, Yosua pun masih disebut abdi Musa (Yosua 1 : 1) dan TUHAN masih menyebut Musa hamba-NYA (Yosua 1 : 2). Jadi Yosua memang mulai memimpin bangsa Israel sebagai bayang-bayang Musa. Tetapi TUHAN tidak salah memilih Yosua. Yosua seorang yang berprinsip, dan sepenuhnya mengabdikan hidupnya kepada TUHAN. Karena itu setelah Yosua meninggal, barulah ia disebut "hamba TUHAN" (Yosua 24 : 29).

Mengabdi kepada TUHAN kedengarannya sederhana, tetapi kenyataannya tidak. Nenek moyang bangsa Israel menyembah allah lain, dan berkali-kali bangsa Israel meninggalkan TUHAN dan menyembah allah-allah lain. Dan terbukti, setelah Yosua meninggal pun mereka kembali menyembah allah-allah lain (Hakim-hakim 2 : 10-13).

Kini tantangan Yosua kembali bergema di telinga kita. Kepada siapa kita mau mengabdi? Kalau kita tidak mengabdi kepada TUHAN Yesus, berarti kita mengabdi kepada diri sendiri, kepada dunia, atau harta, yang pada hakikatnya adalah mengabdi kepada iblis. Kalau kita tidak mau memilih, itu juga sebuah pilihan, tetapi sayangnya sama juga dengan memilih iblis. Memilih TUHAN Yesus berarti rela mempersembahkan segenap hidup kita kepada-NYA. Sudahkah kita menentukan pilihan?

Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.