RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Umat Pilihan Asli Atau Palsu?

Renungan Harian Virtue Notes, 30 Juli 2011

Umat Pilihan Asli Atau Palsu?



Bacaan: 1 Petrus 2: 9-10


2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.



Banyak anggota dalam komunitas Kristen mengakui dan merayakan statusnya sebagai umat pilihan. Ini selalu digembar-gemborkan, bahkan terkesan pamer. Para pemberita Firman, pemimpin pujian dan pemimpin jemaat di gereja-gereja mereka pun biasanya selalu menekankan hal ini, tetapi mereka tidak menunjukkan apa ciri-ciri umat pilihan dan bagaimana seharusnya hidup sebagai umat pilihan.


Umat pilihan pasti memiliki tanda dan ciri-ciri yang jelas. Tanpa itu, pasti bukan umat pilihan asli, melainkan umat pilihan palsu. Ini merupakan kecerdikan Iblis yang menyesatkan dan membinasakan banyak orang, melalui kepercayaan kosong bahwa dirinya merupakan umat pilihan tanpa memenuhi syarat untuk bisa disebut demikian. Mereka hidup dalam fantasi dan tipuan psikologis belaka.


Dalam Alkitab, ciri-ciri umat pilihan adalah memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Allah (ay. 9). Artinya, hidupnya kudus dan tunduk sepenuhnya kepada Allah sebagai penyembahan kepada Allah dan bentuk pengakuan bahwa Ialah satu-satunya penguasa yang berdaulat penuh, sehingga melalui hidupnya orang dapat melihat kemuliaan-Nya.


Pengertian ini kita peroleh sebab dalam bahasa aslinya dalam ayat ini dikatakan πως τς ρετς ξαγγείλητε… (hópōs tas aretás eksangjilēte…) yang semestinya lebih tepat diterjemahkan “Supaya kamu memperlihatkan kemuliaan-Nya…” Itulah ciri-ciri umat pilihan yang benar.


Tanpa pemahaman yang benar mengenai bagaimana seharusnya menjadi umat pilihan, orang Kristen tergiring ke dalam pembantaian abadi oleh kuasa kegelapan yang licik. Seorang siswa belum pantas disebut siswa yang baik, jika ia hanya mengenakan seragam sekolah dan membayar uang sekolah, tanpa mau belajar dengan benar. Demikian pula seorang Kristen belum pantas disebut umat pilihan, jika ia hanya beragama Kristen dan melakukan ritual-ritual agama—seperti rajin beribadah di gereja, bernyanyi lagu rohani, memberi persepuluhan dan ikut Perjamuan Kudus—tetapi tidak memperlihatkan kemuliaan Tuhan sebagaimana mestinya.


Seorang pangeran tidak perlu menggembar-gemborkan dirinya sebagai anak raja, tetapi orang dapat melihat ciri-cirinya. Yesus sendiri tidak perlu menggembargemborkan diri-Nya sebagai Anak Allah, tetapi orang dapat melihat ciri-cirinya. Kita pun tidak perlu menggembar-gemborkan diri kita sebagai umat pilihan; kalau kita umat pilihan yang asli, ciri-ciri itu pasti ada pada kita. Jangan mau lagi diperdaya oleh guru-guru palsu, yang sesungguhnya buta kebenaran Firman Tuhan.



Umat pilihan yang asli pasti memperlihatkan kemuliaan Tuhan sebagaimana mestinya.



Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.
 
Powered By Blogger