RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Menyediakan Dana Tanpa Batas

Renungan Harian Virtue Notes, 12 Juli 2011

Menyediakan Dana Tanpa Batas



Bacaan: Matius 25: 14-30


25:14. "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.

25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

25:16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.

25:17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.

25:18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.

25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.

25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.

25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.

25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.

25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!

25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

25:27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.

25:28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.

25:29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."



Meresponi dan melakukan tanggung jawab kita kepada Sang Majikan Agung atas kekayaan Kristus dikaitkan juga dengan talenta yang telah Tuhan berikan kepada kita. Talenta di sini bukanlah bakat seperti yang dipahami banyak orang selama ini, melainkan potensi yang disediakan Allah bagi orang percaya dalam mengembangkan kodrat ilahinya. Perbedaan jumlah Talenta menunjukkan bahwa setiap orang akan memperoleh apa yang patut diterimanya (2Kor. 5:10).


Apakah kita bisa memiliki kekayaan Kristus dalam hidup kita? Itu sangat ditentukan dari Apakah kita berani membayar harganya. Seberapa besar “dana” untuk membayar harga yang kita siapkan, sangat tergantung dari seberapa besar kita siap dan rela mengorbankan diri kita. Kesiapan dan kerelaan kita dalam mengorbankan diri sangat ditentukan oleh niat kita untuk meresponi rencana Allah agar kita menjadi sempurna. Tanpa niat untuk meresponi rencana Allah, kita tidak akan berani mempertaruhkan segenap hidup kita untuk sebuah target. Kita hanya akan menjadi sekadar orang Kristen “rata-rata”.


Karena kekayaan Kristus tidak terduga atau tak terbatas, maka kita pun harus berani menyediakan “dana” yang tak terbatas pula untuk meraihnya. Keselamatan yang Tuhan sediakan memang anugerah yang cuma-cuma, tetapi kekayaan Kristus yang kita terima tergantung dari keberanian kita membayar harganya. Anugerah keselamatan adalah usaha Tuhan untuk mengembalikan manusia kepada rancangan-Nya, jadi karena kita ditargetkan untuk menjadi sempurna maka kita harus mengerahkan segenap usaha dan potensi kita guna meresponi anugerah itu, maka sebesar itu pulalah Tuhan menggarap hidupnya, dan sebesar itu pulalah hasil yang akan dicapainya.


Kita melihat bahwa dalam perumpamaan mengenai talenta, hamba yang tidak mengusahakan talentanya dikatakan jahat dan malas, lalu diusir dari hadirat Tuhan (ay. 26–30). Itulah yang akan terjadi pada orang-orang Kristen “rata-rata” yang tidak mau membayar harga untuk memperoleh kekayaan Kristus yang tidak terduga.


Kebenaran prinsip ini menegaskan kepada kita bahwa mustahillah bila segala sesuatu sudah ditentukan terlebih dahulu oleh Tuhan sendiri, sehingga manusia hanya menerima saja apa yang sudah ditentukan dan disediakan oleh-Nya tanpa diberi kesempatan untuk memilih dan melakukan tanggung jawabnya. Kebenaran ini menegaskan bahwa setiap orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri di hadapan Tuhan dan akan memperoleh sesuai dengan apa yang diusahakannya. Ingatlah selalu bahwa hidup ini adalah sebuah perlombaan.



Kita harus menyediakan “dana” tanpa batas, yaitu totalitas hidup kita, untuk meraih kekayaan Kristus yang tak terduga.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.