RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Kehidupan Hari Ini Atau Kehidupan Hari Esok

Renungan Harian Virtue Notes, 16 Juli 2011

Kehidupan Hari Ini Atau Kehidupan Hari Esok



Bacaan: 1 Korintus 15: 31-34


15:31 Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar.

15:32 Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati".

15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

15:34 Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.



Pada dasarnya dalam menjalani hidup ini, kita selalu dihadapkan kepada dua pilihan: Memiliki hidup hari ini tetapi tidak memiliki kehidupan hari esok, atau tidak memiliki kehidupan hari ini tetapi memiliki kehidupan hari esok. Kehidupan hari esok adalah kehidupan di balik kubur, yaitu kehidupan setelah kematian.


Manusia pada umumnya hanya berfokus untuk kehidupan hari ini, tidak mengerti atau tidak ingin mengerti kehidupan hari esok. Kalaupun berbicara mengenai hari esok, maka fokusnya hanyalah sebelum kubur. Jika kita memelihara pemikiran yang dangkal seperti ini, sesungguhnya kita sedang membinasakan diri kita sendiri dan banyak orang yang ada di sekitar kita. Apabila kita tidak menyadari kecerobohan ini sampai kita mati, ini akan menjadi penyesalan abadi.


Paulus mengatakan, “Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka ‘marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati.’” (ay. 32). Kalau tidak ada kebangkitan, memang tidak perlu memikirkan kehidupan setelah kematian. Namun, karena setelah kehidupan di bumi akan ada kebangkitan—yaitu kehidupan kedua—maka seharusnya semua kita terus mempersiapkan diri untuk memasuki kehidupan yang akan datang itu.


Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa kita harus mengumpulkan harta di surga, bukan di bumi (Mat. 6:19–20). Jadi kalau kita masih berpikir dan bertindak seolah-olah kita hanya memiliki satu kali kesempatan hidup yaitu di bumi ini saja, itu merupakan spekulasi yang sangat mengerikan, karena kita sedang mempertaruhkan kekekalan kita.


Lebih baik kita meyakini ada kehidupan dibalik kematian dan mempersiapkan diri untuk itu. Kehidupan di bumi ini hanya sebagai persiapan untuk memiliki kehidupan yang sesungguhnya nanti di langit baru dan bumi yang baru. Kita yang percaya harus diarahkan dengan kuat ke arah ini, sehingga tidak ada lagi yang kita nantikan selain kehidupan yang akan datang. Dalam perjalanan hidup kita, kita sadar bahwa kita menuju “ke sana”.


Ingat sabda Tuhan Yesus, “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya…” (Mat. 10:39). Nyawa atau jiwa mengandung pikiran, perasaan dan kehendak. Kalau seseorang mau mengumbar keinginan jiwanya yang tidak sesuai dengan kehendak Bapa, maka ia akan binasa, sebab keinginannya menyeretnya kepada kegelapan abadi. Waspadailah hal itu. Lebih baik tidak memiliki kehidupan hari ini, tetapi memiliki kehidupan hari esok.



Sadarlah bahwa kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan hari esok; maka berfokus pada kehidupan hari ini bisa membinasakan.



Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.