RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Memento Mori

Renungan Harian Virtue Notes, 20 Juli 2011

Memento Mori



Bacaan: Ibrani 9: 27


9: 27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,



Di zaman Romawi kuno, bila seorang jenderal kembali dari kemenangannya dalam perang, ia akan berparade dengan kereta kuda di jalan-jalan kota. Namun ia akan membawa seorang hamba yang bertugas untuk terus-menerus membisikkan ke telinganya, “Memento mori” yang berarti, “Ingatlah, kau akan mati.” Artinya, sekalipun ia sukses hari ini, esok hari ia bisa jatuh, bisa mati.


Betapa tragisnya, bila kita mengakhiri kehidupan jasmani kita di dunia ini tanpa mengetahui ke mana roh dan jiwa kita akan berada. Betapa mengerikan keadaan kita, jika kita mengakhiri hidup tanpa pengharapan. Kedahsyatan kengerian orang yang terhilang seperti ini tidak bisa diilustrasikan dengan cara apa pun dan bagaimana pun. Kita akan menghadapi kekekalan yang menyimpan berjuta misteri, jika kita tidak pernah belajar mengenai ada apa di balik kubur.


Selama hidup kita sampai hari ini, mungkin kita menganggap remeh kehidupan di balik kubur. Kita selalu berpikir bahwa batas umur hidup ini masih jauh. Namun kalau kita masih terus berpikir demikian, pada saatnya nanti tidak akan sanggup menerima kenyataan bahwa kita sudah sampai di batas umur hidup ini. Oleh sebab itu perlu didengungkan kalimat “Memento mori.” Perhatikan, kematianmu bukan kematian orang lain. Ingat, bahwa kita hanya memiliki kesempatan satu kali hidup di dunia ini dan tidak seorang pun tahu kapan akhir hidupnya. Akhir kehidupan adalah misteri. Jangan main-main!


Sadarlah bahwa kita akan mati. Kalau kita mendengar ajakan untuk bertobat dan belajar untuk memiliki hidup yang baru, janganlah menolak atau menganggap sepi panggilan tersebut. Sekalipun tampaknya bervariasi dan berbunga-bunga, cara hidup di dunia ini tak ubahnya sekadar sebuah siklus yang berputar. Itu lagi, itu lagi. Pasti tidak jauh-jauh dari sekitar keinginan daging (hawa nafsu), keinginan mata (affluenza) dan keangkuhan hidup (kebanggaan dan kehormatan dengan harta benda). Mau diapakan juga hanya itu-itu saja. Tetapi manusia yang sudah menjadi bodoh tidak menyadari hal itu. Mereka terjebak dengan kesenangan tersebut sampai terbelenggu dan tidak bisa melepaskan diri dari hal tersebut. Itulah cara Iblis membinasakan anak-anak manusia.


Apakah diri kita termasuk salah satu dari yang terjebak itu? Ingatlah, kita hanya mati sekali. Sesudah itu tidak ada kesempatan untuk memperbaiki diri dan bertobat lagi. Kesempatan yang ada hanya di saat kita masih hidup. Jangan menunda-nunda lagi untuk bertobat.



Jangan menunda kesempatan untuk bertobat, sebab kita kesempatan hanya sekali.



Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.