RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Percintaan Dunia

Renungan Harian Virtue Notes, 30 April 2011

Percintaan Dunia



Bacaan: Ibrani 12: 1-6


12:1. Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

12:3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

12:4. Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.

12:5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;

12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."



Kehidupan Kristen adalah perlombaan wajib. Kalau kita menang, kita akan mewarisi langit dan bumi baru. Penulis Kitab Ibrani mengungkapkan satu hal yang penting agar kita dapat menang dalam perlombaan tersebut, yakni menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita (ay. 1).


Apakah beban yang paling merintangi kita? Itulah percintaan dengan dunia. Ikatan dengan dunia sudah mendarah daging dalam diri kebanyakan orang, sebab perlu diakui, sejak kecil rata-rata orang tua menekankan kesuksesan hidup dalam dunia ini, atau paling tidak hidup dalam kewajaran seperti manusia lain.


Jangan kita menganggap remeh ikatan ini. Tanpa usaha untuk menanggulanginya dengan serius, kita akan tetap terbelenggu dan memikul beban tersebut. Perhatikan orang-orang yang tidak menganggap ikatan ini sebagai bahaya besar. Mereka tidak pernah berjuang melepaskan beban ini dengan sungguh-sungguh. Ini tampak dari hidupnya; seumur hidup kebanggaan mereka adalah harta dunia. Akhirnya di mata Tuhan, mereka kalah dalam perlombaan iman ini.


Bagi para rohaniwan, patut untuk lebih waspada, sebab jabatan sebagai rohaniwan pun tidak otomatis membuat kita bebas dari belenggu ini. Sekalipun kita sudah menjadi pelayan Tuhan sepenuh waktu, kita harus mewaspadai pikiran kita, sebab belum tentu pola pikir kita sudah rohani.


Kerohanian tidak tergantung dari perasaan seseorang, tetapi dari perbuatannya. Seseorang tidak dapat menjadi rohani, kalau selalu mendengarkan hal-hal yang tidak mendewasakan kerohaniannya. Contohnya, dalam gereja, selalu materi atau berkat jasmani semata yang ditonjolkan. Firman Tuhan, kesaksian, doa dan lagu-lagu selalu sekitar berkat, kuasa dan mukjizat jasmani. Semula ini hanya terjadi di gereja-gereja yang menganut teologi kemakmuran; namun dewasa ini kita melihat di kalangan gereja-gereja arus utama juga sudah ada yang terjangkit virus ini, sebab mereka menganggap bahwa hidup seperti anak-anak dunia adalah wajar. Dengan tegas kita harus mengatakan bahwa pandangan itu keliru dan tidak Alkitabiah.


Sejatinya, orang percaya harus memiliki kehidupan yang memiliki perbedaan mencolok dari mereka yang tidak dipanggil sebagai umat pilihan. Orang percaya yang benar akan menjadikan langit baru dan bumi yang baru sebagai tujuan utama kehidupan dan kerinduannya yang terbesar. Ini tidak dimiliki oleh anak-anak dunia. Masihkah kita memikul beban berupa ikatan percintaan dengan dunia? Berkomitmenlah untuk berjuang melepaskannya sebelum terlambat.



Beban yang paling merintangi kita dalam perlombaan iman adalah ikatan percintaan dengan dunia.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.