RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Rohlah Yang Memberi Hidup

Renungan Harian Virtue Notes, 27 April 2011

Rohlah Yang Memberi Hidup



Bacaan: Yohanes 6: 63


6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.



Tuhan Yesus menyatakan bahwa “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” (ay. 63) Kata “memberi hidup” dalam teks aslinya adalah ζωοποιέω (zōopīéō) yang artinya bukan hanya “memberi hidup”, tetapi juga “membuat hidup” dan “membangkitkan”.


Agar proses memberi hidup atau membangkitkan ini terjadi, seseorang harus menerima perkataan Tuhan Yesus yang merupakan roh dan hidup, tidak seperti perkataan-perkataan yang diajarkan banyak orang, yang bernuansa pemenuhan kebutuhan jasmani, humanisme dan pengembangan kepribadian (aktualisasi diri) yang berlatar belakang pada pendekatan psikologis. Itu semua bersifat kedagingan, padahal Tuhan mengatakan, “Daging sama sekali tidak berguna.


Kalau kita lihat, ajaran-ajaran kedagingan seperti itu banyak diberitakan di mimbar-mimbar Kristen hari ini. Pemberitaan seperti itu bisa saja membuat orang Kristen yang mendengarnya menjadi orang baik, seperti banyak orang non-Kristen juga baik; tetapi belum tentu membuat mereka mengalami kelahiran baru.


Sebagai roh yang memberi hidup, Firman yang disampaikan haruslah yang diajarkan Kristus—Firman Tuhan yang murni dan tidak dipalsukan. Ini dipertegas juga dengan tulisan Paulus, “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus” (Rm. 10:17). Hanya Firman yang memberitakan perkataan Kristus yang benarlah yang dapat membangun iman yang benar dan merupakan dasar dari pengiringan kepada Tuhan Yesus.


Dalam kesaksian pelayanannya, Paulus mengatakan bahwa ia tidak lalai mengajarkan semua yang harus jemaat pahami melalui berbagai pertemuan yang mereka lakukan baik di muka umum maupun pertemuan-pertemuan kecil di rumah-rumah mereka (Kis. 20:20). Dari pemberitaan lengkap Firman yang menekankan semua pokok pengajaran, terbentuklah kesadaran mengenai kebenaran. Kebenaran inilah yang memerdekakan kita, kebenaran Kristus yang memberi hidup.


Maka kita perlu mewaspadai pengajaran yang menekankan satu pokok—biasanya yang disukai orang dunia—dan mengabaikan pokok lain, sebab ini mengakibatkan penyesatan. Misalnya hanya menekankan berkat dan mengabaikan salib yang harus dipikul dalam mengikut Tuhan; menekankan mukjizat dan mengabaikan tanggung jawab; dan sebagainya.



Hanya Firman Tuhan yang murni dan tidak dipalsukanlah yang memberi hidup.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.
 
Powered By Blogger