RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Dimanfaatkan Tuhan

Renungan Harian Virtue Notes, 5 April 2011

Dimanfaatkan Tuhan



Bacaan: 2 Korintus 5: 14-15


5:14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.

5:15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.



Untuk memiliki passion yang menggerakkan seseorang melayani Tuhan sebagaimana mestinya, terlebih dahulu ia harus mengenal siapa dirinya, siapa Tuhan serta segala kebenaran yang menyangkut hidup ini dari apa yang diajarkan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus mengajar bahwa manusia harus kembali kepada rancangan Allah yang mula-mula untuk menciptakan manusia, yaitu untuk melayani Allah, Penciptanya.


Sekilas tampak sederhana, tetapi sesungguhnya ini membedakan Kekristenan dengan ajaran agama lainnya. Agama-agama lain—sadar maupun tidak—membuka peluang bagi umat untuk memanfaatkan allah mereka, sebab mereka melayani allah mereka agar dilapangkan rezekinya dan diberkati di dunia ini berlimpah-limpah.


Tetapi Kekristenan yang sejati mengarahkan jemaat untuk tidak memiliki kepentingan apa pun dalam hidup ini, kecuali hidup untuk Tuhan dan melakukan segala kehendak-Nya. Dengan demikian kita tidak berhak memanfaatkan Tuhan; sebaliknya, Tuhanlah yang berhak memanfaatkan kita. Dengan memahami kebenaran ini, kita akan menyerahkan diri tanpa syarat untuk menjadi hamba sepenuh waktu bagi Tuhan. Bukan berarti kita selalu berada di gereja, melainkan dalam segenap kegiatan kita sehari-hari—pekerjaan, dagang, studi dan sebagainya—kita melakukan semuanya hanya bagi Tuhan semata-mata.


Passion yang dibangun dari kesadaran ini akan sangat kuat mencengkeram kita, sehingga kita dikuasai oleh kasih Kristus seperti yang diungkapkan oleh Rasul Paulus (ay. 14). Kuasa kasih Kristus dalam diri kita menyadarkan kita bahwa kita sudah mati bagi diri kita sendiri, dan kehidupan kita haruslah dipersembahkan hanya bagi Kristus yang telah mati dan dibangkitkan bagi kita. Tentu saja dengan kesadaran ini kita semestinya tidak lagi menujukan keinginan-keinginan kita kepada hal-hal yang menyenangkan diri kita—baik barang-barang maupun kegiatankegiatan—tetapi hanya kepada Tuhan. Keinginan kita harus kita buat mutlak, yaitu hanya untuk Tuhan dan kehendak-Nya jua.


Seiring dengan bertumbuhnya pengenalan kita akan Tuhan dan kebenaran-Nya serta berusaha melakukannya lewat pergaulan pribadi kita dengan Tuhan, maka kita akan memiliki passion yang makin kuat untuk mengasihi Tuhan dan melakukan kehendak-Nya. Kasih Kristus akan membangkitkan kasih kita kepada Tuhan dan sesama manusia, sehingga kita akan meminta kepada Tuhan agar kita dapat dimanfaatkan-Nya menjadi perabot yang mulia dalam rumah Allah.



Kuasa kasih Kristus akan menguasai kita sehingga kita tanpa syarat menyerahkan diri untuk dimanfaatkan oleh Tuhan.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.