RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Tinggal Di Dalam Kita

Renungan Harian Virtue Notes, 9 April 2011

Tinggal Di Dalam Kita



Bacaan: Yohanes 16: 7-15


16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;

16:10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.

16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.

16:15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."



Kalau Roh Kudus tinggal di dalam diri kita, terbukalah kesempatan untuk memiliki persekutuan yang tiada henti dengan Allah. Luar biasa, sebab ini berarti kita bisa mengalami percakapan yang terus-menerus dengan Allah. Di zaman Perjanjian Lama, hanya orang-orang tertentu yang dihinggapi Roh Kudus; itu pun hanya sementara. Namun pada zaman Perjanjian Baru, semua orang yang mau percaya kepada Tuhan Yesus dihinggapi Roh Allah secara permanen. Inilah anugerah itu.


Siapakah manusia itu, sehingga diperkenankan memiliki hubungan yang sangat istimewa dengan Pencipta-Nya yang Mahaagung? Inilah salah satu dari hak istimewa (ξουσία, eksusía) yang diberikan Tuhan kepada orang yang menerima-Nya (Yoh. 1:12). Persekutuan dengan Allah ini disebut sebagai hidup di hadirat-Nya. Sayangnya tidak semua orang Kristen menyadari dan mau menghargai hadirat-Nya tersebut, sebab mereka sibuk dengan segala urusan fana yang tidak membawanya kepada persahabatan dengan Tuhan secara benar. Orang yang tidak hidup dalam hadirat-Nya—tidak menghormati Tuhan sepantasnya—tidak hidup dalam pemerintahan Kerajaan Surga. Di luar pemerintahan Kerajaan Surga, jangan harap ia diperkenankan datang kepada Bapa di Kerajaan-Nya nanti.


Roh Kudus juga adalah Roh Kebenaran (ay. 13) yang menjadi meterai (Ef. 1:13). Artinya, Roh Kudus berfungsi sebagai stempel yang mengesahkan kita menjadi milik Tuhan; tetapi bukan hanya itu, Ia juga mengerjakan suatu karya besar dalam diri orang percaya, agar menuntun kita ke dalam segala kebenaran. Menuntun kita ke dalam segala kebenaran artinya memerdekakan kita dari belenggu dosa, supaya kita memiliki keberadaan seperti Dia. Roh Kudus aktif menuntun orang percaya kepada kesempurnaan. Apabila kita menanggapi penggarapan-Nya, maka kita pun akan bertumbuh dengan baik; tetapi jika kita tidak menanggapi kehadiran Roh Kudus, kita tidak akan bertumbuh.


Kita sedih bahwa dalam hidup banyak orang Kristen, hubungan persekutuan dengan Tuhan ternyata nyambung putus. Kadang nyambung (terhubung) yaitu pada saat berdoa atau meditasi, tetapi di luar itu, putus. Seperti kata syair sebuah lagu, “Aku jauh, Engkau jauh, aku dekat, Engkau dekat”. Kita harus sadar bahwa kondisi ini menyedihkan, sebab kalau keadaan kita masih seperti ini berarti kodrat dosa masih menguasai kita. Kita seharusnya dimerdekakan dari kodrat dosa, tetapi diikat oleh Allah, melalui meterai Roh Kudus. Bukan seperti manusia berdosa yang mau merdeka tidak diikat Allah, walau tanpa sadar diikat oleh kodrat dosa.



Roh Kudus yang tinggal dalam diri kita memampukan kita bersekutu dengan Allah tanpa henti.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.