RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Pertobatan Dan Kelahiran Baru

Renungan Harian Virtue Notes, 22 April 201

Pertobatan Dan Kelahiran Baru



Bacaan: 1 Petrus 1: 22-23


1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.



Saat berbicara mengenai keselamatan, mau tidak mau kita juga harus menyentuh hal pertobatan dan kelahiran baru. Dengan membicarakan dua pokok masalah ini, kita akan menemukan jawaban yang lebih argumentatif atau berdasar kuat untuk menjawab pertanyaan yang sering muncul dan menjadi bahan perdebatan, yaitu apakah keselamatan yang dimiliki seseorang bisa hilang.


Pertobatan dan kelahiran baru adalah suatu hal yang sangat pribadi sifatnya. Tidak seorang pun dapat menilai atau menyatakan dengan mudah bahwa seseorang telah mengalami kelahiran baru. Tidak bisa kita mengatakan kepada seseorang yang baru pertama kali mengaku percaya kepada Tuhan Yesus Kristus bahwa ia telah lahir baru; tidak bisa pula kita pakai gejala-gejala seperti menangis dan mengaku menyesal atas dosa-dosa sebagai ukuran pasti bahwa seseorang telah bertobat dan mengalami kelahiran baru. Itu semua belum tentu.


Pada intinya seseorang yang tidak mengalami kelahiran baru tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Allah; tetapi kelahiran baru tidak mungkin terjadi tanpa pertobatan. Keduanya tidak dapat dipisahkan sama sekali, seperti dua sisi dari sekeping mata uang, yang disebut sebagai mata uang keselamatan. Proses kelahiran baru dan pertobatan merupakan proses yang berjalan bersamaan, bahkan bisa dikatakan merupakan proses yang sama. Kalaupun kita mengatakannya sebagai dua hal yang berbeda memang bisa saja, tetapi itu disebabkan oleh cara memandang, dan penjelasan yang sudut pandangnya berbeda.


Sesungguhnya, kelahiran baru adalah buah atau akibat proses pertobatan yang terjadi berulang-ulang dan terus-menerus. Kelahiran baru adalah akumulasi pertobatan yang membuat seseorang berbeda dari keadaan yang sebelumnya, dengan kata lain, pertobatan demi pertobatan akan membuat diri kita mengalami kelahiran baru. Pertobatan bukanlah kejadian sekali saja saat kita pertama kali menerima Yesus, melainkan proses yang terjadi secara terus-menerus dan berulang-ulang.


Kelahiran baru dan pertobatan merupakan sarana bagi diri kita untuk menjalankan proses keselamatan. Pertobatan menunjuk kepada proses perubahan dari seorang yang menerima karya Roh Kudus untuk proses penyelamatan tersebut, sedangkan kelahiran baru hendak menunjuk kepada keadaan kita yang baru dalam menerima karya Roh Kudus untuk diselamatkan. Sudahkah kita mengalami proses ini? Jika belum, jangan tunda lagi untuk mengalaminya sekarang.



Kelahiran baru dan pertobatan merupakan sarana bagi kita untuk menjalankan proses keselamatan.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.