RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Gema Masa Lalu

Renungan Harian Virtue Notes, 10 April 2011

Gema Masa Lalu



Bacaan: Galatia 6: 7


6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.



Manusia adalah makhluk yang diperangkap atau dibatasi oleh hukum-hukum kehidupan. Salah satu hukum kehidupan hukum tabur-tuai, bahwa apa yang dialami manusia tidak bisa berdiri sendiri-sendiri, karena masa kini atau apa yang kita alami sekarang ini dipengaruhi masa lalu atau akibat dari apa yang dilakukan kita atau orang tua kita. Selanjutnya apa yang akan dialami oleh kita serta anak cucu kita nanti juga ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini. Hukum kehidupan ini tidak bisa dihindari oleh siapa pun.


Tanpa disadari, banyak orang terperangkap dalam kebodohan tidak mempedulikan hukum kehidupan ini. Alkitab mencatat, Hawa tidak sungguh-sungguh memperhatikan apa yang dikatakan Tuhan “bahwa ia akan mati,” sehingga dengan sembrono memetik buah yang dilarang Tuhan. Esau menukar hak kesulungannya dengan sepiring makanan tanpa mempertimbangkan apa akibatnya. Daud tidak pernah mempertimbangkan dengan serius bahwa tindakannya mengambil istri Uria dengan membunuh prajurit setia itu berbuntut bencana dalam keluarganya. Gehazi tidak berhitung dengan benar ketika menipu Naaman dengan mengambil persembahan yang mestinya diberikan kepada Elisa. Demikian pula Yudas tidak mempertimbangkan dengan serius bahwa akhirnya ia kehilangan hak istimewanya menjadi pengiring Tuhan Yesus. Ia mati bunuh diri hanya karena 30 keping perak, satu jumlah yang sangat kecil.


Juga yang dialami bangsa Israel selama hampir 2000 tahun tercerai-berai dari negeri leluhurnya, bahkan selalu dikejar pedang—6 juta orang Yahudi mati pada Perang Dunia II antara 1939–1945—adalah gema dari keputusan bodoh nenek moyang mereka yang tidak tunduk kepada YHWH, Allah Israel, dan pernyataan mereka bahwa mereka bersedia memikul akibat dari keinginan mereka menyalibkan Tuhan Yesus. Mereka berkata, “Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami” (Mat. 27:25).


Dengan kenyataan ini maka kita harus memperhatikan apa yang ditulis Paulus, bahwa Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Allah tidak bisa diolok-olok; sayangnya banyak orang modern hari ini mengolok-olok Tuhan dengan perbuatannya, dan mereka berpikir bahwa Tuhan tidak berdaya bertindak atas mereka (2Ptr 3:1–7). Hendaklah kita senantiasa mengingat hukum tabur-tuai ini, supaya kita bijaksana mempertimbangkan segala sesuatu dalam mengambil keputusan.



Hukum tabur-tuai adalah hukum kehidupan yang tak bisa dihindari oleh siapa pun.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.