RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Bukan Berasal Dari Dunia Ini

Renungan Harian Virtue Notes, 29 April 2011

Bukan Berasal Dari Dunia Ini



Bacaan: 2 Petrus 3: 8-13


3:8. Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.

3:9. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

3:11. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.



Dunia ini akan dihancurkan pada akhir zaman. Rasul Petrus dalam suratnya menulis bahwa langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Tetapi sebagaimana Tuhan Yesus menyatakan bahwa kita bukan berasal dari dunia ini seperti Dia juga bukan berasal dari dunia ini (Yoh. 17:16), berarti kita bukan bagian dari dunia ini.


Karena kita bukan bagian dari dunia ini, maka kita tidak akan turut dihancurkan dengan dunia ini. Sebelum penghancuran itu terjadi, kita akan diungsikan Tuhan, dibawa-Nya ke tempat dimana tidak ada kejahatan. Ia akan mengangkat kita dan selama-lamanya kita akan bersama-sama dengan Tuhan (1Tes. 4:17).


Kita adalah orang-orang yang akan dibawa Tuhan keluar dari dunia ini ke dunia baru, yaitu kota yang memiliki dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah sendiri. Itulah kota yang dirindukan oleh Abraham (Ibr. 11:10). Kerinduannya terhadap kota itu mendorong Abraham meninggalkan Ur-kasdim dan tidak pernah berniat kembali ke negerinya, walaupun ia akhirnya juga mati dan tidak menemukan negeri itu. Sekalipun hidup di zaman Perjanjian Lama, namun Abraham sudah menghayati betapa tidak bernilainya hidup di bumi ini, dan sudah merasa bahwa dirinya bukan bagian dari dunia ini. Itulah sebabnya ia merindukan tempat lain; merindukan yang disediakan oleh Tuhan, yang dihargainya lebih daripada apa pun dan siapa pun.


Oleh sebab itu, kalau mau menjadi orang yang berasal dari atas, kita harus bertekad untuk tidak menjadi bagian dari dunia ini. Caranya adalah dengan meninggalkan percintaan yang umumnya dimiliki manusia terhadap dunia ini. Kita tidak berkewajiban memiliki segala sarana yang ada di dunia ini; sesungguhnya yang terpenting adalah melayani Tuhan dengan segala sesuatu yang ada pada kita.


Dengan meneladani Abraham, seharusnya kita hidup di dunia ini juga hanya mau mencari kota Tuhan. Orang-orang yang tidak mau meneladani Abraham adalah mereka yang menganggap hidup hari ini dan pemenuhan kebutuhan jasmani sebagai hal yang utama, dan masalah apa yang terjadi sesudah mati nanti, terserah Tuhan saja. Artinya mereka menyatakan dirinya bagian dari dunia ini. Sama seperti dunia yang akan dihancurkan saat akhir zaman nanti, mereka akan turut dihancurkan dan masuk dalam api kekal. Tak ada bedanya mereka dengan orang fasik, sebab persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah (Yak. 4:4).



Tekad untuk tidak menjadi bagian dari dunia ini menuntut komitmen untuk meninggalkan percintaan terhadap dunia ini.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.