RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Tahu Bahwa Jalan Kita Benar

Renungan Harian Virtue Notes, 19 Januari 2011

Tahu Bahwa Jalan Kita Benar



Bacaan: 1 Petrus 1: 8-10


1:8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,

1:9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.

1:10. Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu.



Bukan maksud kami untuk mengganggu ketenangan hidup keberagamaan saudara, tetapi pertanyaan ini penting untuk dikemukakan dan dipersoalkan dengan sangat serius: bagaimana kita tahu bahwa jalan keselamatan dalam Yesus Kristus adalah jalan yang benar? Memang pertanyaan ini provokatif, namun pernahkah tebersit dalam pikiran kita, “Jangan-jangan nanti pada waktu mati ternyata saya tidak menjumpai Tuhan Yesus di Surga. Jangan-jangan Dia bukan Juruselamat yang benar. Ternyata Dia tidak pernah disalib, apalagi bangkit. Ternyata Dia bukan Anak Allah. Ternyata Dia adalah manusia biasa yang lahir dari hubungan gelap Maria dengan seorang pria yang tidak pernah diketahui. Ternyata Dia mitos belaka.”


Bagaimana nasib kekal kita, kalau seandainya fitnah yang selama ini ditujukan kepada Yesus ternyata benar? Mungkin kita berpikir, “Ah, tidak mungkin. Dia Juruselamat dan Anak Allah, yang telah mati dan bangkit serta duduk di sebelah kanan Allah Bapa.” Bagaimana kita bisa tahu?


Ya, amin bahwa kita mengasihi Dia dan percaya kepada-Nya sekalipun belum pernah melihat-Nya. Kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus berawal dari tidak melihat. Dalam ay. 8 digunakan dua kata yang berbeda, yang berarti “melihat”. Pertama, adalah εδω (idō) yang selain “melihat”, juga berarti “mengenal”. Kata kedua adalah ράω (horaō) yang juga berarti “melihat”, tetapi dapat digunakan untuk melihat secara fisik maupun secara mental, melihat dalam pemahaman pikiran. Dalam ayat ini konteksnya adalah fisik.


Orang-orang Kristen penerima surat Petrus memang belum pernah bertemu Tuhan Yesus muka dengan muka, tetapi mereka bergembira dan bersukacita karena mereka yakin telah mencapai tujuan iman yaitu keselamatan jiwa mereka. Bagi mereka, Tuhan Yesus sangat nyata dalam pengalaman mereka sehari-hari, sehingga mereka percaya kepada-Nya. Itulah sebabnya pengalaman dengan Tuhan sangat penting, sehingga kita memiliki kesaksian yang tak terbantahkan, bahwa kita benar-benar tahu bahwa Tuhan Yesus itu nyata dan jalan kita sudah benar.


Dengan keyakinan yang pasti terhadap jalan Tuhan ini, maka kita benar-benar merasa tenteram mengikuti Tuhan dan mematuhi setiap ajaran-Nya, jalan hidup yang ditunjukkan-Nya. Pengenalan ini harus merupakan sebuah pengenalan konkret, bukan sekedar fanatisme bodoh sebagai pemeluk agama tertentu—dalam hal ini agama Kristen—juga bukan karena kita lahir di keluarga Kristen; tetapi karena kita benar-benar tahu bahwa jalan dalam Yesus itu benar.



Pengalaman dengan Tuhan sangat penting, sehingga kita benar-benar tahu bahwa jalan dalam Yesus itu benar.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.