RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Pikirkanlah Semuanya Itu

Renungan Harian Virtue Notes, 12 Januari 2011

Pikirkanlah Semuanya Itu



Bacaan: Filipi 4: 7-9


4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.



Dalam langkah penyempurnaan sebagai seorang manusia yang menerima keselamatan, seseorang harus menjadi manusia yang baik terlebih dahulu, baru menjadi manusia warga Kerajaan Surga yang unggul. Ini terjadi sebab terlebih dahulu kita harus menjadi manusia yang cukup memadai—yaitu sehat dalam berbagai aspek hidup kita, di segala tempat dan peranan yang dipercayakan Tuhan pada kita—barulah dapat dibangun menjadi manusia yang sempurna.


Alkitab mengajarkan kita agar memikirkan semua yang benar, yang mulia, yang adil, yang suci, yang manis, yang sedap didengar, yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Ini berarti untuk menuju warga Kerajaan Surga, kita harus menggunakan pikiran kita untuk hal-hal yang baik, dan berfilosofi baik.


Manusia yang utuh adalah orang yang pikirannya atau mentalnya sehat, jasmaninya sehat dan lingkungannya juga mendukung. Pikiran dan mental yang sehat dibangun melalui pendidikan yang baik, baik formal (pendidikan umum, akademis) maupun informal yaitu lingkungan dan keluarga. Pikiran yang tidak sehat tidak akan membuat seseorang mampu mengerti pikiran Tuhan atau kebenaran-kebenaran Firman-Nya, sebab untuk menggali kebenaran Firman Tuhan dibutuhkan perangkat-perangkat logika yang diasah dan kemampuan memahami bahasa. Tentu harus menguasai bahasa kita sendiri dengan baik agar dapat memahami Alkitab, dan lebih lengkap lagi kalau mampu memahami bahasa asli Alkitab (bahasa Ibrani dan Yunani).


Apabila kita yang menggunakan pikiran kita dengan baik, dan berlogika dengan baik, niscaya kita akan terhindar dari manipulasi-manipulasi emosional yang dapat menciptakan pemalsuan-pemalsuan. Dapat kita lihat pemalsuan ini banyak terjadi dalam kegiatan keagamaan, termasuk dalam Kekristenan; tetapi seseorang yang memiliki logika atau nalar yang baik untuk menganalisis Alkitab tidak akan tertipu. Tentu dalam hal ini logika bukan segalanya, tetapi tak dapat disangkal, itu sesuatu yang sangat penting.


Telah menjadi fakta dalam kehidupan ini, bahwa bangsa yang terpengaruh oleh filosofi hidup dan kepercayaan yang salah akan menjadi miskin, terbelakang, dan lebih parah lagi penuh konflik, diskriminasi, ketidakadilan dan kebejatan lainnya. Mereka tidak tahu mana yang benar, sebab tidak menggunakan logikanya dengan baik. Sementara bangsa yang menggunakan logikanya dengan baik akan menjadi maju, sebab filosofi hidup dan kepercayaannya baik.



Pikiran yang baik akan menghindarkan kita dari tipuan dan kepalsuan.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.