RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Pikul Sendiri

Renungan Harian Virtue Notes, 9 Januari 2011

Pikul Sendiri



Bacaan: Yosua 1: 10-15


1:10. Lalu Yosua memberi perintah kepada pengatur-pengatur pasukan bangsa itu, katanya:

1:11 "Jalanilah seluruh perkemahan dan perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sediakanlah bekalmu, sebab dalam tiga hari kamu akan menyeberangi sungai Yordan ini untuk pergi menduduki negeri yang akan diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diduduki."

1:12 Kepada orang Ruben, kepada orang Gad dan kepada suku Manasye yang setengah itu berkatalah Yosua, demikian:

1:13 "Ingatlah kepada perkataan yang dipesankan Musa, hamba TUHAN itu, kepadamu, yakni: TUHAN, Allahmu, mengaruniakan keamanan kepadamu dan memberikan kepadamu negeri ini;

1:14 perempuan-perempuan dan anak-anak di antara kamu dan ternakmu boleh tinggal di negeri yang diberikan Musa kepadamu di seberang sungai Yordan, tetapi kamu, semua pahlawan yang gagah perkasa, haruslah menyeberang di depan saudara-saudaramu dengan bersenjata, dan haruslah menolong mereka,

1:15 sampai TUHAN mengaruniakan keamanan kepada saudara-saudaramu seperti kepada kamu juga, dan mereka juga menduduki negeri yang akan diberikan kepada mereka oleh TUHAN, Allahmu. Kemudian bolehlah kamu pulang kembali ke negerimu sendiri dan menduduki negeri yang diberikan Musa, hamba TUHAN itu, kepadamu di seberang sungai Yordan, di sebelah matahari terbit."



Setibanya di tanah Kanaan, Yosua sebagai pengganti Musa harus memimpin bangsa Israel memerangi suku-suku bangsa yang tinggal di Kanaan. Mereka harus mengirim mata-mata, dan turun berperang dengan kekuatan senjata. Ini berbeda sekali dengan campur tangan Tuhan atas kehidupan umat-Nya ketika mereka akan dilepaskan-Nya dari Mesir, dan ketika mereka berkelana di padang gurun.


Tuhan memelihara umat-Nya dengan cara-cara yang spektakuler—bahkan menurunkan manna untuk makanan mereka—sebab bangsa Israel yang dahulunya budak, saat itu belum sanggup hidup mandiri. Demikian pula kita, saat kita baru percaya kepada Tuhan Yesus, mungkin kita bisa melihat dan mengalami banyak hal spektakuler, tetapi seiring bertambah dewasanya kehidupan rohani kita, Tuhan ingin kita mampu memikul sendiri kuk yang dipasang-Nya.


Tuhan tidak memikulkan beban kita, tetapi Ia mengajar kita agar menjadi kuat untuk dapat memikul beban kita sendiri. Ini berarti panggilan kelegaan dari-Nya (Mat. 11:28) tidak bermaksud menghilangkan masalah kita secara instan, tetapi mengajar dan melatih kita agar menjadi kuat menghadapi segala keadaan. Proses ini merupakan pelatihan dan pendewasaan calon pejabat dalam kerajaan-Nya.


Maka kita perlu mewaspadai ajaran-ajaran yang menganjurkan doa minta tolong agar Tuhan mengangkat beban kehidupan kita. Pola kerja Tuhan tidak demikian. Apabila Ia memandang suatu masalah tidak dapat kita pikul dan harus diangkat-Nya, maka Ia pasti mengangkatnya tanpa perlu kita minta tolong. Namun kalau Ia masih menghendaki kita memikulnya karena Ia mempunyai rencana bagi kita, maka beban tersebut akan masih tetap ada dalam kehidupan kita.


Misalnya, seorang anak Tuhan yang mengalami masalah ekonomi harus bekerja keras, mengembangkan diri, produktif, rajin, hemat, dan menjaga integritas. Pergumulan untuk menanggulangi masakah ekonomi ini merupakan kesempatan Tuhan mendewasakannya; bukan lantas ia merengek-rengek minta Tuhan menyelesaikan masalah ekonominya. Karena ada bagian-bagian yang menjadi tanggung jawabnya.


Contoh lain, bagi seseorang yang mengidap penyakit, misalnya diabetes, tentu ia tidak boleh sembarangan makan, tetapi harus menghindari makanan-makanan yang akan meningkatkan kadar gula darahnya. Ia harus mengubah pola makan dan pola hidupnya, bertanggung jawab atas pola makan dan pola hidupnya yang keliru pada masa lalu. Jadi kita harus menjaga tubuh kita yang adalah bait Roh Kudus dengan penuh tanggung jawab.



Seiring bertambah dewasanya kehidupan rohani kita, Tuhan ingin kita mampu memikul sendiri kuk yang dipasang-Nya.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.