RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Pengalaman Nyata

Renungan Harian Virtue Notes, 18 Januari 2011

Pengalaman Nyata



Bacaan: 1 Samuel 17: 32-37


17:32 Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu."

17:33 Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit."

17:34 Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,

17:35 maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.

17:36 Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup."

17:37 Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau."



Daud adalah tokoh Alkitab yang digemari banyak orang. Ia telah mengumpulkan pengalamannya dari waktu ke waktu, sehingga ia mengenal siapa Allahnya tanpa keraguan sedikit pun. Kualitas pengalamannya dengan Tuhan tampak dalam sikapnya, saat ia dengan berani menawarkan dirinya kepada Raja Saul untuk menghadapi Goliat, si raksasa dari Filistin.


Pengalaman Daud tidak terlalu spektakuler atau adikodrati. Di masa mudanya, ia mengalami Tuhan melalui pengalamannya sebagai gembala. Ia memang seorang pemuda yang tangguh, yang berani mengejar dan menghajar singa dan beruang yang menerkam domba ayahnya. Tetapi dari pengalamannya itu ia mengakui penyertaan Tuhan. Ia mengalami Tuhan, dan mengakui bahwa Tuhanlah yang melepaskannya dari cakar singa dan beruang (ay. 37) sehingga yakin bahwa Tuhan akan melepaskannya pula dari Goliat. Ia sama sekali tidak mendengar suara Tuhan secara audibel atau mendapat visi yang memerintahkannya melawan Goliat, tetapi ia percaya.


Di sinilah kita mengerti mengapa Alkitab berkata bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati, sama seperti tubuh tanpa roh (Yak. 2:26). Kalau seseorang memiliki iman yang benar, niscaya tindakannya akan menunjukkan imannya, seperti Daud yang tanpa ragu percaya kepada Tuhan.


Perasaan kita tidak boleh menjadi berhala jiwa, sehingga kita tidak mampu mengalami Tuhan secara nyata apabila tidak memperoleh pengalaman emosional. Seperti Daud yang mengalami Tuhan saat menggembalakan domba, pengalaman dengan Tuhan bukan hal emosional semata. Kita harus belajar meletakkan emosi kita pada proporsinya yang benar. Sebagaimana Tuhan Yesus berkata, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu,” (Mat. 22:37) emosi dan pikiran kita harus kita manfaatkan sepenuhnya untuk mengasihi Tuhan; keduanya tidak boleh kita bunuh.


Maka kita harus belajar membedakan, apakah kita sedang menikmati Tuhan, atau hanya menikmati gelora emosional dari diri kita sendiri. Memang tidak mudah, tetapi kita akan mampu melakukannya dengan latihan terus-menerus. Belajarlah mengalami Tuhan secara nyata dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga iman kita kepada Tuhan Yesus bukan iman yang kosong, melainkan iman yang berkualitas. Dengan memperhatikan dan merenungkan hal-hal yang kita alami dalam hidup kita setiap hari, seperti Daud, kita akan melihat bahwa Tuhan itu memang nyata, dan dapat dinikmati oleh kita (Mzm. 34:9).



Pengalaman dengan Tuhan secara nyata akan menumbuhkan iman yang berkualitas.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.