RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Berapologetika

Renungan Harian Virtue Notes, 20 Januari 2011

Berapologetika



Bacaan: 1 Petrus 3: 15-16


3:15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,

3:16. dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.



Tidak jarang kita dihadapkan dengan orang yang mempertanyakan iman dan kepercayaan kita, dan mengapa kita bisa memercayai hal itu. Mengapa kita percaya Yesus adalah Tuhan? Mengapa kita percaya bahwa hanya Dialah jalan keselamatan? Mengapa kita berharap atas langit dan bumi baru? Rasul Petrus mengajarkan agar kita senantiasa siap memberikan pembelaan mengapa kita bisa mempunyai pengharapan di dalam Kristus, dan menyampaikannya dengan elegan.


Dalam teks sesungguhnya, dalam ay. 15 untuk “pertanggungjawaban” digunakan kata πολογία (apoloyá), yang sebetulnya lebih tepat diterjemahkan “jawaban” atau “pembelaan”. Dari akar kata inilah kita mengenal istilah apologetika, yang berarti pembelaan agama berdasarkan pola pikir yang sistematis.


Apabila kita memupuk pengenalan dan pengalaman pribadi kita dengan Tuhan, maka kita memiliki kesaksian dalam diri kita sendiri bahwa apa yang kita percayai adalah benar. Tetapi tidak cukup di situ, sebab kita harus menjelaskan kepada orang lain yang mempertanyakan iman kita, mengapa kita percaya. Semua orang Kristen pada dasarnya wajib berapologetika.


Ada tiga cara yang perlu kita pahami, agar kita bisa berapologetika. Pertama, kita harus benar-benar menguduskan Kristus sebagai Tuhan dalam kehidupan kita (ay. 15). Tuhan berarti Penguasa Tertinggi atau Majikan Agung; bila kita menguduskan-Nya sebagai Tuhan, berarti kita tidak hanya percaya kepada-Nya, tetapi juga menaati segala kehendak-Nya dengan segala kemampuan kita.


Kedua, kita harus mempelajari Firman Tuhan dengan serius. Kita harus mengalami pembaruan pikiran terus-menerus, sampai mampu menangkap kebenaran Tuhan, dan dengan logika atau nalar kita dapat membuktikan bahwa Tuhan kita adalah Allah yang benar, dan Alkitab adalah Firman-Nya yang benar. Ini bukan berarti Allah bisa dibatasi oleh akal manusia, tetapi pikiran kita dimampukan untuk memahami-Nya, sejauh yang mungkin dipahami oleh manusia. Dengan pemahaman yang solid mengenai kebenaran, kita dapat memberikan jawaban yang tepat untuk pertanyaan yang diajukan oleh orang lain.


Ketiga, kita harus memiliki hidup yang saleh dalam Kristus (ay. 16). Dengan ini, orang bisa melihat bahwa kita benar-benar menghidupi kepercayaan kita. Kita bisa membuktikan bahwa kita sungguh-sungguh percaya apa yang kita percayai, bahkan menunjukkan kepercayaan kita secara ekstrem (Flp. 3:7–11). Selamat berapologetika.



Kita harus selalu siap untuk memberikan pembelaan atas iman kita dengan elegan.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.