RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Pertemuan Bersama

Renungan Harian Virtue Notes, 14 Januari 2011

Pertemuan Bersama



Bacaan: Ibrani 10: 25


10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.



Walaupun dalam kehidupan Kekristenan liturgi tidak boleh menjadi tekanan utama, itu tidak berarti liturgi tidak perlu diselenggarakan lagi. Pertemuan bersama harus tetap diselenggarakan, sebab itu bagian dari perintah Tuhan. Dalam hal ini, pertemuan bersama tidak boleh disejajarkan dengan ibadah yang sejati atau utuh, yang dikehendaki oleh Tuhan (Rm. 12:1).


Dalam bahasa Indonesia, terdapat kata “ibadah” dalam teks Ibr. 10:25, tetapi dalam teks aslinya sebenarnya hanya tertulis “pertemuan bersama”. Kata yang dipakai adalah πισυναγωγή (episynagōyé) yang berarti “suatu pertemuan lengkap, khususnya pertemuan bersama orang-orang Kristen untuk menyembah Tuhan”.


Lebih dari menyelenggarakan liturgi, Allah menghendaki suatu hubungan yang harmonis benar-benar terjalin antara setiap individu dengan-Nya. Ia menginginkan setiap orang percaya memiliki pengalaman yang nyata dengan-Nya, sehingga itu menjadi kesaksian pribadi yang membangun fondasi iman yang tidak akan tergoyahkan oleh apa pun dan siapa pun.


Untuk memperoleh pengalaman yang nyata dengan Tuhan, kita harus mengenal Allah yang benar dengan benar dan membangun hubungan dari pengenalan tersebut. Tanpa pengenalan yang benar, kita dapat menafsirkan isi Alkitab dengan salah, sehingga merasa memiliki pengalaman dengan Tuhan, padahal sebetulnya penglihatan palsu, karunia palsu, kesaksian palsu. Memang itu bisa membuat diri kita kokoh dalam keyakinann kepada Tuhan Yesus, tetapi sebenarnya kita tidak melakukan kehendak- Nya. Lebih menakutkan lagi bila terjadi dua kemungkinan ini. Pertama, Tuhan membiarkan kuasa-Nya didemonstrasikan sebagai kesaksian bagi beberapa orang, tetapi akibatnya pelaku mukjizat itu merasa sebagai orang yang berkenan kepada Tuhan, padahal tidak. Kedua, Iblis mengintervensi kegiatan pelayanan mereka sehingga terjadi mukjizat dan hal-hal yang spektakuler lainnya. Fenomena adikodrati yang disangka pekerjaan Roh Kudus ternyata pekerjaan kuasa kegelapan.


Maka mulailah dengan hubungan yang harmonis antara kita dengan Tuhan, barulah kita dapat membangun hubungan yang harmonis antara jemaat—sesama anak Tuhan—dengan-Nya, termasuk dengan pertemuan bersama dalam liturgi kebaktian. Dalam pertemuan bersama, kita dapat mempelajari Firman Tuhan bersama-sama dan memperoleh berkat yang tidak kita peroleh saat belajar sendiri. Menghadiri pertemuan bersama berarti mengakui ikatan kita dengan Tuhan Yesus dan jemaat-Nya, dan mengakui bahwa kita pun bagian dari tubuh Kristus.



Hubungan yang harmonis antara jemaat dengan Tuhan diawali dengan hubungan yang harmonis antara tiap-tiap anggota jemaat dengan-Nya.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.