RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Pemerintahan TUHAN (2)

Renungan Harian Virtue Notes, 26 Mei 2010

Pemerintahan TUHAN (2)


Bacaan : Mazmur 27 : 1-8

27:1. Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?

27:2 Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.

27:3 Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.

27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

27:5 Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.

27:6 Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.

27:7. Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!

27:8 Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.


Ciri-ciri orang yang belajar hidup dalam pemerintahan TUHAN adalah selalu mencari kehendak TUHAN untuk dilakukan, bergantung kepada TUHAN sebagai andalan hidupnya, dan terus-menerus mencari wajah-NYA.

Sebelum kita mengenal pemerintahan TUHAN, kita dulu hidup sesuka hati. Diri kita sendirilah yang menjadi tuan atas hidup kita. Tetapi setelah kita menjadi orang percaya dan sadar bahwa kita harus hidup dalam pemerintahan TUHAN, maka kita harus sudah mulai mencari kehendak TUHAN untuk dilakukan. Untuk itu kita akan bertindak lebih hati-hati. Pada dasarnya keyakinan akan pemerintahan TUHAN dan kekuasaan-NYA di balik kekuatan dan pemerintahan yang tidak kelihatan bukanlah bertujuan agar kita bisa memanfaatkan TUHAN untuk kepentingan kita, tetapi merupakan modal untuk hidup dalam pemerintahan TUHAN di Kerajaan-NYA nanti.

Kita bergantung kepada TUHAN sebagai andalan hidup kita. Kita hidup di bawah bayang-bayang pemerintahan ALLAH yang menaungi kita. Keyakinan akan pemerintahan TUHAN memberi kekuatan batin yang hebat dalam keadaan-keadaan kita yang sulit, yang kita hadapi hari ini dan sekaligus memberi pengharapan hari esok, baik selama kita meniti perjalanan hidup di dunia ini maupun sesudahnya. Seperti Daud yang mengatakan, "Kepada siapakah aku harus takut? ... Kepada siapakah aku harus gemetar?" (ayat 1).

Keyakinan bahwa ada pemerintahan TUHAN di balik kekuatan manusia ini akan menjadikan hidup kita digerakan oleh kesadaran, bahwa ada ALLAH yang hidup yang menentukan segala perkara. Ini berarti bahwa TUHAN lah yang menaungi segala sesuatu. Kesadaran ini akan nyata dalam sikap hidup kita yang selalu merendahkan diri di hadapan-NYA untuk bergantung dan berharap sepenuhnya kepada kehendak TUHAN dalam segala sesuatu.

Seperti Daud yang selalu berusaha mencari wajah TUHAN (ayat 8), orang yang hidup dalam pemerintahan TUHAN akan selalu mencari wajah-NYA. Jadi marilah kita terus menerus mencari TUHAN dengan sungguh-sungguh. Bagi kita, kehidupan ini tidak lengkap tanpa TUHAN. Segala kesanggupan, kemampuan dan kecakapan kita tidak ada artinya tanpa TUHAN yang menaunginya. TUHAN yang menentukan segala sesuatu (1 Samuel 2 : 6-7). Menyadari hal ini hendaknya kita semakin merendahkan diri di hadapan TUHAN.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.