RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Misi Injili Yang Benar

Minggu, 9 Mei 2010


Bacaan : Matius 28 : 19-20

28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."


Sangatlah penting untuk memahami apa sebenarnya penginjilan atau misi Injili itu. Ini dimaksudkan agar dapat mengupas relasi antara finalitas Kristus dan misi Injili. Menurut pengertian umum selama ini, misi Injili pada hakikatnya adalah usaha untuk mewartakan Injil kepada masyarakat yang belum mengenal Injil dengan mengirimkan tenaga-tenaga misi guna proyek tersebut. Sebenarnya, lebih luas lagi, misi Injili adalah aktivitas yang tidak terbatas ruangan, waktu dan personilnya; sebuah aktivitas yang melibatkan semua orang percaya di segala tempat dan di sepanjang zaman. Misi ini tidak akan pernah berakhir sampai pada kedatangan TUHAN Yesus yang kedua kali nanti.

Misi Injili dapat diselenggarakan bila Gereja memiliki landasan yang kokoh secara doktrinal dalam hal soteriologi (cara memangdang keselamatan). Bila pandangan soteriologinya tidak benar, karena menganggap bahwa keselamatan juga ada di dalam agama-agama lain (pluralis), maka misi Injili menjadi gugur. Tidak diperlukan lagi pekerjaan misi. Untuk apa? Toh tanpa Yesus pun manusia dapat menerima keselamatan dengan cara lain.

Dibutuhkan usaha yang serius memberitakan Injil agar orang lain kepada TUHAN Yesus Kristus. Dibutuhkan praktik penginjilan yang benar dan militan. Penginjilan yang benar di sini maksudnya adalah pemberitaan yang menegaskan bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus. Militan adalah usaha yang sungguh-sungguh dengan segala pengorbanan, keberanian, ketegasan dan disiplin. Jangan sampai kita terjebak bersikap pluralis dalam mengartikan misi sebagai usaha orang Kristen mencari dan membangun persekutuan dan persaudaraan dengan orang-orang non Kristen. Ataupun memahami kasih ALLAH yang bersifat universal atau penyataan umum semata-mata; tidak menampilkan kasih ALLAH secara khusus yang diberikan melalui kurban Anak ALLAH, sebagai jalan keselamatan satu-satunya.

TUHAN Yesus sudah memberikan amanat agung-NYA, kita harus memberitakan Injil-NYA, menjadi bagian dari misi Injili-NYA. Tentunya harus dengan pemahaman yang benar bahwa keselamatan manusia hanya melalui pengorbanan Kristus di kayu salib. TUHAN Yesus lah satu-satunya jalan. Tidak ada cara-cara lain; sudah final. Namun tentu saja kita harus membangun hubungan yang baik dengan orang-orang non Kristen. Dalam hal ini kita tidak boleh memaksa mereka agar menjadi Kristen.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.