RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Gencatan Senjata

Renungan Harian Virtue Notes, 18 Mei 2010

Gencatan Senjata


Bacaan : Efesus 6 : 10-12; 1 Petrus 5 : 8-11


Efesus 6 : 10-12

6:10. Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.


1 Petrus 5 : 8-11

5:8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

5:9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

5:10. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.

5:11 Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.


Kedua Korea sampai saat ini secara teknis masih berperang, peristiwa tembak menembak antar keduanya di akhir bulan Januari 2010 menegaskan hal ini. Seperti kedua Korea, kita tidak boleh lupa, kita juga dalam keadaan perang. Setelah kita menjadi anak TUHAN, ada perjuangan berat yang kita alami : Perjuangan menghadapi musuh, yaitu penghulu roh-roh di udara (Efesus 6 : 12). Dulu kita di pihak kerajaan kegelapan -melawan TUHAN- tetapi sekarang kita sudah mengubah bendera kita, dan memihak Kerajaan Terang. Kita harus hidup dalam kebenarann TUHAN. Ini otomatis membuat kita menjadi musuh kerajaan kegelapan. Jadi kalau kita tidak merasa ada pergumulan berat menghadapi tekanan kuasa musuh, pasti ada sesuatu yang salah dalam hidup ini.

Perhatikan kata "perjuangan" dalam teks ini. Dalam bahasa aslinya, digunakan kata 'pale' yang berarti "pergulatan". Seorang pegulat harus berjuang dan terus bergerak untuk merebut kemenangan, sebab kepasifan berarti kekalahan. Seorang pegulat tidak boleh berhenti berjuang. Ia ada dalam situasi di mana lawan terus berusaha menaklukannya. Seperti seorang pegulat, kita tidak boleh menjalani Kekristenan kita dengan santai dan pasif, tetapi berjaga-jaga dan selalu kuat (Efesus 6 : 10).

Sikap berjaga-jaga ini harus kita miliki sepanjang waktu. Bukan hanya sesaat. Setiap hari adalah hari perjuangan dan pergumulan. Tidak ada waktu atau tempat gencatan senjata antara kita dengan iblis. Kita sedang di tengah pertempuran. Kekalahan atau kejatuhan banyak anak TUHAN disebabkan mereka tidak waspada terhadap serangan kuasa kegelapan yang tidak pernah berhenti. iblis adalah musuh abadi kita setiap saat dan di segala tempat. Hati-hati terhadap serangan iblis, jangan lengah, teruslah berjuang. Selamat bertempur!


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.